Friday, August 14, 2026

Bonding

Banyak cara untuk menambah teman. Di umur gue yang sudah tidak muda ini, gue justru melihat banyak jalannya. Sayang sekali, ketika gue masih muda justru tidak sadar akan hal-hal itu.

Ada yang bisa bonding dari sekadar omongan tentang hobi yang sama, ada yang dari minuman pelemas syaraf, ada yang dari aktivitas menyenangkan bersama.

Kali ini gue bonding dengan sesuatu yang gue belum pernah sebelumnya: berjudi. 

HAHAHAHAHAHA...


... Tapi tanpa duit ya.



Thursday, August 13, 2026

Gerimis

Hari ini gue mengelilingi Jepang dengan syahdu. Penuh dengan jalan kaki dan juga berbasah-basahan. Sesuatu yang mungkin tidak akan gue lakukan di Indonesia.

Jepang seharian ini penuh dengan hujan gemes. Tidak yang deras banget, tapi tidak bisa dibilang kecil juga intensitasnya. Sebuah hujan yang biasa kalian lihat di film-film yang karakter utamanya masih bisa memilih beraktivitas outdoor ketika hujan ketimbang berteduh.

Gue pun memilih untuk tidak berteduh. Karena menurut gue para karakter film yang sedang berada di hujan seperti itu keren. Gue? Kuyup. Jauh dari keren.

But again, ini adalah sesuatu yang mungkin tidak akan pernah gue lakukan di Indonesia. Karena pertama, jalanan di Indonesia tidak beres. Kedua, hujan gemes seperti ini di Indonesia biasanya berakhir nyolot.

Wednesday, August 12, 2026

Warlok

Hari ini gue landing Jepang. Gue mendarat sekitar jam 9, setelah menempuh perjalanan sekian jam dari Taiwan. Setelah sampai, seperti biasa, yang gue pikirkan adalah "terus apa?"

"Now what?”

Itu adalah tema perjalanan gue mungkin ya? Soalnya cara gue menikmati suatu daerah adalah dengan berbaur dengan masyarakat. Memakan yang sehari-hari mereka makan, melakukan kegiatan non-turis, dan hal-hal lain yang berbau keseharian.

Di Taiwan sendiri gue cukup menikmati ketika gue dan teman-teman gue makan apa yang warga lokal makan. Makanan pinggir jalan yang equivalent-nya adalah warteg. Di situ gue merasa menjadi lebih dekat dengan warlok.

Nah, di Jepang sendiri gue masih belum menemukan itu. But again, gue baru 3 jam di Jepang. Gue masih punya waktu 5 harian untuk menjadi warga lokal. So... We'll see.

Tuesday, August 11, 2026

Taiwan

Sekarang gue sedang di Taiwan, tujuannya transit sekian belas jam untuk setelahnya pergi ke Jepang.

Masalahnya... Transit itu akan menyenangkan jikalau ada duitnya untuk coba ini itu. Nggak usah duit lah,  kartu untuk transaksi lintas kurs saja cukup. Tapi sayangnya gue tidak menyiapkan keduanya untuk Taiwan ini.

Soalnya, gue pikir gue akan dilarang untuk masuk Taiwan karena ada hal ini dan itu seputar persyaratan. Namun, ketika sudah di custom, kok bisa masuk???

Hasilnya? Ya bingung, hahahaha.

Sekarang gue hanya bisa mengekor teman-teman gue karena mereka yang bawa duit Taiwan. Intinya Jenius sialan lah.

Monday, August 10, 2026

Jejepangin

Gue suka dengan beberapa budaya populer Jepang, seperti musik, makanan, animasi, dan lainnya. Tapi gue tidak pernah yang benar-benar menggilai atau terobsesi dengan salah satu di antaranya.

Suka sih, tapi ya sudah hanya sekadar suka.

Hal itu membuat Jepang tidak sampai menjadi negara yang ingin gue tuju pertama kali. Jika kita bicara tentang negara yang ingin dikunjungi, pilihan pertama gue sebenarnya New Zealand atau Selandia Baru. Gue sangat terobsesi dengan pemandangan langit malam di sana, di mana kalian katanya bisa melihat jutaan bintang terhampar luas di angkasa. Garis Bima Sakti bahkan katanya bisa dilihat dengan mata telanjang karena polusi cahayanya sangat minim. Dibayangkan saja sudah membuat gue bergidik.

Namun, apa boleh buat, kesempatan untuk pergi ke luar negeri pertama jatuh kepada negara Jepang. Untuk menonton konser salah satu band Jepang favorit gue, yang gue baru tahu belakangan kalau umur mereka dan tanggal lahirnya sama. Plus gue ke sananya gratis, haha.

 I don't know, man, mungkin ini adalah cara alam semesta dalam membuat bait puisi yang berjudul Hidup Omar. Karena, walaupun Jepang bukan tujuan utama gue, tapi kepergian gue ke sana cukup romantis jalan ceritanya.