"Now what?”
Itu adalah tema perjalanan gue mungkin ya? Soalnya cara gue menikmati suatu daerah adalah dengan berbaur dengan masyarakat. Memakan yang sehari-hari mereka makan, melakukan kegiatan non-turis, dan hal-hal lain yang berbau keseharian.
Di Taiwan sendiri gue cukup menikmati ketika gue dan teman-teman gue makan apa yang warga lokal makan. Makanan pinggir jalan yang equivalent-nya adalah warteg. Di situ gue merasa menjadi lebih dekat dengan warlok.
Nah, di Jepang sendiri gue masih belum menemukan itu. But again, gue baru 3 jam di Jepang. Gue masih punya waktu 5 harian untuk menjadi warga lokal. So... We'll see.

