Banyak emosi juga yang bisa ter-cover dengan mengucapkan kata tersebut. Sedih, marah, senang, dan lainnya bisa terwakilkan ketika lo memakai kata "tai" saat berbicara dengan orang lain, tergantung bagaimana intonasi yang elo gunakan.
Sebagai kata benda, "tai" juga bisa menjadi pengingat kecil bahwa semua manusia sebenarnya tidak serumit itu. Kita semua memilikinya dan rutin mengeluarkannya. Mau lo kaya atau miskin, good looking atau jelek, tua atau muda. Semua manusia membawanya.
Hal kecil nan vulgar yang kalau dipikirkan secara filosofis ternyata bisa sangat dalam. Tapi orang justru menghindari kata tersebut untuk digunakan karena sifatnya. Terlalu vulgar, atau terlalu remeh.
Banyak orang melewati hal kecil karena tidak terlalu penting untuk mendapatkan perhatian lebih. Padahal kadang hal kecil itu yang justru punya potensi berdampak besar untuk kehidupan nantinya. Jika sudah terlewat kesempatannya, baru kita menggunakan kata "tai" menjadi kata sifat untuk menjelaskan situasi yang ada bau sesalnya.
Tai.
Gue rasa kita perlu menaikkan kesadaran bahwa kata itu adalah kata yang bagus. Efisien untuk segala hal. Ya... Gue rasa kita harus berhenti "menaikan" kata "tai". Dan barusan adalah contoh ”tai" sebagai kata kerja.
See? Efisien.

