Sebagai orang yang tidak menganggap nilai sempurna di jenjang akademis itu adalah hal penting, gue tidak begitu melihat orang yang seperti demikian adalah orang pintar. Gue pernah kok mengobrol dengan seorang cum laude universitas negeri, dan sepanjang ngobrol dia lebih banyak ngang-ngongnya. Gue pernah juga mengobrol dengan seorang insinyur yang katanya banyak pencapaiannya, tetapi ketika bercengkrama banyak nggak jelasnya.
Di sisi lain, ada masa gue berinteraksi dengan para pedagang pinggir jalan atau tukang parkir di pasar lalu obrolannya malah seru dan jenaka. Atau office boy perkantoran suatu distrik bisnis dan kemudian dia menceritakan perjalanan hidupnya dengan diksi dan alur yang tertata. Komunikasinya bagus.
Buat gue, salah satu cara menilai kepintaran seseorang adalah dari cara dia berkomunikasi. Orang yang bisa luwes berbicara dengan siapa saja dari golongan apa saja dengan pemilihan kalimat yang tepat. Pintar bukanlah ketika seseorang bisa menjelaskan isi buku Nietzsche secara panjang lebar dengan presisi dan kata-kata "tinggi". Pintar adalah ketika seseorang itu bisa merangkum dan menjelaskan isinya sesuai siapa yang diajak bicara. Karena jelas sekali berkomunikasi dengan seorang dokter dan tukang daging di pasar caranya berbeda.
Inti dari komunikasi adalah penyampaian pesan. Jika pesan yang disampaikan tidak dipahami yang menerima, maka komunikasi itu bisa dibilang gagal dan komunikasi yang jelek. Orang pintar menurut gue adalah orang yang bisa beradaptasi menyesuaikan cara komunikasinya sesuai lawan bicaranya. Dia dapat menyederhanakan suatu pesan komunikasi yang rumit menjadil simpel supaya bisa diterima oleh orang yang lebih luas. Bukan menjelaskan hal rumit memakai pemilihan kata yang tidak umum supaya terlihat pintar.
Dan mungkin itu juga alasan kenapa gue kurang menikmati orasi yang pernah gue dengar waktu itu. Bukan karena pesannya salah, tapi karena cara menyampaikannya membuat orang yang seharusnya diajak bicara justru tertinggal di belakang. Karena pada akhirnya, orang pintar menurut gue bukanlah orang yang paling banyak tahu, melainkan orang yang tahu bagaimana menyampaikan apa yang dia tahu.

