Wednesday, April 21, 2010

Vanga Pandeva

Heyho.
Akhir-akhir ini nggak tau kenapa gue jadi orang yang suka mengundur-undur.

(Baca: Akhir-akhir ini...?)

Oke, bukan cuma akhir-akhir ini doang. Dulu gue juga kayak begini. Tapi itu nggak sering-sering, alias jarang.

(Baca: Jarang...?)

Oke, gue SERING ngundur-ngundur suatu hal!! Puas?!


Balik lagi ke cerita gue.
Gue emang suka mengundur-undur suatu hal, dan di sini ambil aja contohnya: Nge-blog.

Ini adalah postingan awal di bulan April, dan parahnya ini ditulis bukan di awal bulan April.
Lu pasti ngira kalo otak gue nggak punya cerita untuk ditulis di sini. Kalo lu berpikir kayak gitu, lu berarti salah.
Gue sebenernya punya banyak cerita seru yang HARUSNYA... Gue ulang... HARUSNYA ditulis di awal bulan. Soalnya, setiap hari gue punya cerita seru, dan gue (mungkin) bisa mengemasnya jadi lucu.
Ya, contoh kejadian seru yang gue alamin di tiap harinya dari awal bulan April adalah:

- Gue dan temen-temen SD gue jadi sering ngumpul-ngumpul.
- Gue mulai nekunin dunia sulap lagi.
- Gue mulai ninggalin dunia sulap lagi.
- Gue belajar hipnotis.
- Gue mencegah meteor yang mau nabrak bumi.
- Gue ngelawan monster di Jepang dan duet bareng Ultraman.
- Gue...

Ya begitulah.
Banyak kejadian yang sebenernya mau gue tulis, tapi karena sifat terpuji gue yang suka mengundur-undur itu, gue jadi kagak nulis.

Yang harusnya gue lakuin kalo dapet kejadian seru sih seharusnya:

- Niat (semua berawal dari niat, kan?)
- Langsung ke depan komputer
- Olahraga jari
- Siapin susu
- Siapin mental
- Bikin diri sendiri nyaman, terus
- Tidur


*Krik... Krik... Krik*

Kayak ada yang salah.
Oke, coba gue ulang. Yang harusnya gue lakuin kalo dapet kejadian seru sih seharusnya:

- Niat
- Langsung ke depan komputer
- Olahraga jari
- Siapin susu
- Siapin mental
- Bikin diri sendiri nyaman, terus
- Nulis


Oke, kayaknya udah bener.

Tapi kayak yang gue bilang, "Yang harusnya gue lakuin". Berarti, itu sama sekali nggak gue lakuin.
Jangankan untuk ngejalanin tahap terakhir "Nulis", untuk pergi ke depan komputer aja gue udah susah. Rasanya kayak gue ditempelin magnit yang berkutub selatan, dan bangku komputer gue itu dikasih upil yang ditempel magnit berkutub utara.

Dan balik lagi ke sifat gue yang suka mengundur-undur suatu hal.
Sebenernya, di awal bulan, gue udah niat untuk nulis. Contohnya waktu tanggal 1 April, karena kasian ngeliat blog gue udah mulai jarang keisi, gue jadi berniat untuk memperbesar frekuensi nulis gue.
Setiap hari di setiap pagi gue selalu ngomong dalam hati, "Gue cowok tulen, gue cowok tulen!"... Eh salah! Maksud gue, gue selalu ngomong dalam hati di setiap pagi, "Gue harus nulis hari ini, gue harus nulis!" Tapi, setelah gue punya kesempatan buat nulis, pikiran gue jadi berubah, "Ah, besok aja nulisnya." Sampe kemaren gue masih kayak gitu. Dan misalnya kalo kepala gue nggak kepentok batako, gue nggak bakal sadar dari kebegoan gue itu.
Ya, itu dia alesan kenapa gue nggak nulis. Bukan karena nggak ada ide, tapi sifat buruk yang terpuji gue itu nambah lagi, selain MALES, nambah baru lagi: MENGUNDUR-UNDUR.


Oke, sebelumnya gue ngejanjiin mau nyeritain perjalan rambut gue yang di-eksekusi sama orang salon buta. Tapi kayaknya nggak jadi gue ceritain, dan gue ejek-ejek tuh tukcur (tukang cukur (hayah)). Soalnya setelah makan waktu sebentar, hasilnya nggak begitu jelek. Hehe. :p

Di postingan sekarang, gue mau nyeritain tentang Vanga Pandeva. Ada yang udah tau?
Vanga Pandeva adalah seorang peramal yang bisa ngeramal sampe ribuan tahun ke depan.

Vanga Pandeva itu adalah seorang wanita yang lahir pada 31 Januari 1911 dan meninggal pada 11 Agustus 1996.
Tadinya dia itu adalah cewek normal sampe dia akhirnya kesapu sama tornado, dan dia tetep idup tapi dia jadi buta karena matanya kemasukan pasir.
Vanga Pandeva mulai berprediksi waktu umur 16 tahun, dan dia jadi terkenal gara-gara kemampuan prediksinya, bahkan Hitler (yang kumisnya nyama-nyamain Jojon. Dasar tukang plagiat!) pernah dateng ke Vanga, dan Hitler ninggalin rumah si Vanga dengan muka yang sedih. Mungkin karena dia dapet ramalan yang buruk dari Vanga.

Di bayangan gue, si Hitler dateng ke Vanga dan minta diramal kayak gini.


Hitler: Jadi, apa yang bakal terjadi sama diri gue di masa depan?

Vanga: Di masa depan? Lu bakal tua.

Hitler: Yeee, itu gue juga tau!

Vanga: Terus?

Hitler: Maksud gue, apa yang bakal terjadi sama kehidupan gue di masa depan?

Vanga: Iya, nanti elu bakal tua. Ngerti nggak sih?

Hitler: Sebenernya yang nggak ngerti di sini itu siapa?!

Vanga: Elu kan?

Hitler: Itu bukan pertanyaan!! Oke, gue minta diramal yang laen aja!

Vanga: Oke, mau diramal tentang apa?

Hitler: Hmmm, gimana kehidupan asmara gue nanti?

Vanga: Kehidupan asmara lu nanti bakal dijalanin sama cewek.

Hitler: Astaga! Ada apa sih dengan orang ini?!

Vanga: Lah, gue nggak kenapa-napa. Lu sendiri kenapa?

Hitler: Errrr... Udah-udah. Gue pergi! Dasar aneh!!

Vanga: Dadah, lain kali dateng lagi ya.


Euhmm... kalo kayak gitu mah bukan sedih ya? Malah jadi stres sendiri. Ya tapi sama aja lah. Toh kalo stres pasti jadi sedih.

Oke, balik lagi ke Vanga.
Dia itu katanya sih punya kemampuan ngeramal, dan ramalannya itu katanya juga 80% akurat.
Contoh ramalan dia yang udah kejadian adalah ramalan dia yang bunyinya begini...


“Mengerikan,mengerikan ! Saudara-saudara Amerika akan jatuh setelah diserang oleh burung-burung baja. Serigala akan melolong dalam semak, dan banyak orang tak berdosa menjadi korban. “(1989)


Itu ramalan dia yang dia liat waktu tahun 1989.
Dan kejadian yang dia maksud adalah gedung World Trade Center (WTC) di New York yang runtuh waktu tanggal 11 September 2001. WTC itu runtuh karena teroris yang nabrakin Burung Besi (pesawat) ke WTC. Dan yang dimaksud "Semak" itu adalah presiden Amerika yang lagi mimpin di waktu itu. (Semak = Bush)

"Cukup serem juga ya." Kalo itu yang lu pikirin, lu harus liat ramalan dia sampe tahun 5079 yang bakal gue paparin di sini.

Ramalan si Vanga Pandeva:

2010 – Awal Perang Dunia ke 3. Perang akan dimulai pada bulan November. 2010 dan akan berakhir pada bulan Oktober 2014. menggunakan senjata nuklir dan kimia.

2011 – Karena hujan radioaktif di belahan bumi utara – tidak ada hewan atau tumbuh-tumbuhan akan tertinggal.

2014 – Sebagian besar orang di dunia ini akan memiliki kulit kanker kulit dan penyakit yang terkait. (sebagai akibat dari perang kimia)

2016 – Eropa hampir gak ada yang menempati

2018 – Cina menjadi kekuatan dunia baru.

2023 – orbit Bumi akan berubah sedikit

2028 – Pengembangan sumber energi baru. (Mungkin controller reaksi termonuklir) Kelaparan perlahan berhenti menjadi masalah. Dapat Mengemudikan pesawat luar angkasa samapi ke Venus.

2033 – es di kutub utara dan selatan mencair.

2043 – Dunia ekonomi makmur. Muslim menjalankan Eropa.

2046 – Setiap organ dapat diproduksi secara massal. Pertukaran organ tubuh menjadi metode pengobatan favorit.

2076 – Tidak ada masyarakat kelas (komunisme)

2088 – penyakit baru mewabah. – Orang-orang mulai tua dalam hitungan detik.

2097 – Penyakit tua itu mulai sembuh.

2100 – Manusia dibuat Matahari menerangi sisi gelap dari planet bumi.

2111 – Orang-orang menjadi robot.

2123 – Perang di antara negara-negara kecil.

2125 – Kelaparan di seantero bumi (Orang-orang akan teringat Vanga lagi)

2130 – Koloni di bawah air (saran dari orang asing)

2154 – Hewan menjadi setengah manusia.

2167 – agama baru muncul.

2170 – kekeringan di seantero bumi.

2183 – Koloni di Mars menjadi negara nuklir dan meminta kemerdekaan dari Bumi.

2187 – Berhasil menghentikan 2 letusan gunung berapi.

2195 – Koloni Laut sepenuhnya dikembangkan, energi dan makanan berlimpah

2196 – Kendali campuran antara Asia dan Eropa.

2201 – proses termonuklir lambat. Suhu turun.

2221 – Dalam pencarian kehidupan di luar Bumi, manusia berhubungan dengan semua hal yang mengerikan.

2256 – Spaceship freighting membawa penyakit baru ke dalam bumi.

2262 – Orbit planet mulai berubah secara bertahap.

2271 – Hukum-hukum fisika berubah

2273 – Mencampurnya Ras kuning, putih dan hitam. Ras baru muncul.

2279 – Tidak ada Energi (mungkin dari vakum atau lubang hitam).

2288 – Perjalanan kembali ke masa lalu (Sisa Perjalanan diciptakan?). Kontak baru dengan orang asing.

2291 – Matahari mendingin. Upaya-upaya sedang dilakukan untuk menyalakannya lagi.

2296 – Perubahan gaya gravitasi.

2299 – Di Perancis, ada pemberontakan terhadap Islam.

2302 – Misteri tentang alam semesta yang terungkap.

2304 – Misteri Bulan terungkap.

2341 – Sesuatu yang mengerikan mendekati Bumi dari ruang angkasa.

2354 – Kekeringan.

2371 – Kelaparan dimana mana.

2378 – Ras baru tumbuh dengan cepat.

2480 – Dua pria membuat matahari akan bertabrakan. Bumi berada dalam kegelapan.

3.005 – Perang di Mars. Lintasan planet perubahan.

3010 – Komet menabrak Bulan. Sekitar Bumi – cincin / zona dari batu dan debu.

3.797 – Pada saat itu di Bumi membunuh semua kehidupan, tetapi manusia akan dapat meletakkan dasar bagi kehidupan baru di sistem bintang lain.

3.803 – Sebuah planet baru dihuni oleh sedikit orang, Iklim planet baru mempengaruhi organisme orang – mereka bermutasi.

3.805 – Perang antara manusia memperebutkan sumber daya.

3.815 – Perang sudah usai

3.854 – Perkembangan peradaban hampir berhenti.

4.302 – kota-kota baru tumbuh di dunia. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baru.

4.302 – Perkembangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan menemukan dalam keseluruhan dampak dari semua penyakit dalam perilaku organisme.

4.304 – Ditemukan cara untuk mengobati semua penyakit.

4.308 – Karena mutasi pada akhirnya orang mulai menggunakan otak mereka lebih dari 34%. Benar-benar kehilangan pengertian tentang kejahatan dan kebencian.

4.509 – Memahami Allah.

4.599 – Orang orang mencapai keabadian.

4.674 – Perkembangan peradaban telah mencapai puncaknya. Jumlah orang yang hidup di planet yang berbeda adalah 340 miliar. Asimilasi dimulai dengan alien.

5.076 – Sebuah batas alam semesta. Dengan itu, tak ada yang tahu.

5.078 – Keputusan untuk meninggalkan batas-batas alam seesta. Sementara sekitar 40 persen dari populasi yang menentangnya.

5.079 – End of the World



Sebenernya dulu gue pernah baca beberapa hal tentang ini juga, tapi waktu dulu, yang gue baca dan yang dikasih tau cuma sampe tahun 3797. Dan kemaren, nggak tau kenapa, yang gue liat malah nambah jadi tahun 5079. Ya tapi nggak taulah.

Dan setelah ngeliat itu. Ramalan si Vanga keliatannya sih kayak mengada-ngada dan mirip film fiksi ilmiah kan? Tapi nggak ada kemungkinan yang ngebuat itu jadi mustahil. Bisa aja manusia bisa bener-bener ngelakuin itu semua. Dan itu semua terserah elu, mau percaya atau nggak.

Sekarang gue mau cabut dulu. Soalnya gue sekarang ngetik di warnet. :p

Sunday, March 21, 2010

Nggak Dikasih Judul

Gue itu orang yang panjang, lho...

*Hening*


... oke, pertama-tama: Jangan pikir yang nggak-nggak! Yang gue bilang dengan gue itu orang yang panjang (sekali lagi jangan pikir yang nggak-nggak!) adalah: Gue itu orang yang tinggi.

Gue nggak boong. Gue beneran panjang... eh, maksud gue, gue itu orang yang tinggi. Gue bahkan kalo boker harus duduk atau jongkok (apa hubungannya?).

Dan pertumbuhan badan gue itu juga nggak biasa, lho.
Gue masih inget, waktu gue pertama masuk ke SMA MUBA (Mutiara Baru). Tepatnya waktu gue masih kelas 1. Lebih tepatnya masuk kelas 1.2. Dan lebih tepatnya yang bener-bener tepatnya adalah, wakil kelas gue adalah guru agama. Dan lebih-lebih blablabla...


*20 menit kemudian. Atau lebih tepatnya, waktu udah sampe Lebih tepatnya yang bener-bener tepatnya*


... dan yang lebih-lebih tepat daripada tepat-tepatnya yang lain, waktu gue make kaos kaki warna putih. Gue dan seluruh angkatan gue, langsung dapet tes kesehatan. (kalo bingung, baca ulang dari paragraf sebelumnya. Atau lebih tepatnya... ... ... udah deh, cukup)

Dari hasil tes kesehatan itu, gue dapet hasil yang bagus. Dan di kertas tentang hasil kesehatan gue itu, juga dikasih tau, kalo waktu itu tinggi gue adalah 180 m, dan berat gue waktu itu 60 g.

Dan sekarang, setelah 3 tahun berselang (kurang lebih) tinggi gue udah sampe ke angka 187cm, dan beratnya belom gue itung. Dan 187cm itu juga diukurnya beberapa bulan lalu make meteran tukang di studio temen gue. Jadi itu juga belom terbukti akurat. (oh, iya. Untuk tinggi dan berat gue di paragraf sebelumnya itu harusnya CM dan KG. Gue bukan alien, punya tinggi 180 meter dan beratnya 60 gram)

Bayangin, 3 tahun bisa ngebuat gue tumbuh 7cm lebih tinggi. Kalo aja manusia itu pertumbuhannya nggak berhenti, bisa-bisa waktu gue umur 70 tahunan, orang-orang bakal kebingungan untuk ngebedain, yang mana gue, dan yang mana bis tingkat. (sekali lagi. Gue bukan alien!)

Selain tinggi, gue itu juga orang yang kurus. Dan yang ngebuat gue heran lagi, walaupun gue itu orang yang cara makannya mirip babi rusa yang belom buka puasa (dalam arti lain cara makan gue itu brutal). Gue itu nggak pernah gemuk-gemuk.

(Baca: ah, palingan itu juga gara-gara aktifitas lu yang sibuk, Mar.)

Kalo lu emang berpikiran kayak gitu, lu berarti orang kesekian yang salah.
Gue kasih tau nih, aktifitas-aktifitas gue dalam garis besar.

- Tidur
- Makan
- Maen
- Baca buku
- Tidur
- Boker
- Tidur
- Makan

Itu, doang kegiatan gue setiap hari. Paling-paling, kerjaan gue yang paling bikin gue sibuk adalah ke Indomaret untuk beli sesuatu. Itu juga naek motor. Dan jarak Indomaret dari rumah gue nggak sampe 200 meter.

Yaah, mungkin gue tetep kurus walaupun gue udah makan banyak itu karena gue punya tulang yang kecil. Jadi, susah gemuk.
Dan bukti laen kalo gue itu kurus, lu bisa bayangin, orang yang tingginya 180 cm tapi beratnya 60 kg.

Dan jangan kira, kalo gue itu udah cukup puas untuk tau kalo gue itu orangnya nggak gampang gemuk. Gue juga nggak begitu suka sama keadaan gue yang kurus gini. Gue bahkan suka minder kalo gue nggak make sweater lengan panjang misalnya kalo gue mau keluar. Itu sebabnya gue selalu make lengan panjang waktu gue di luar. Cuma untuk nyembunyiin kekurusan gue, dan ngebuat orang nggak berpendapat, kayak:


- Ibu-ibu: “Astaga! Itu orang mirip tiang jemuran gue di rumah yang ilang sebulan lalu. Tinggi, dan kurus.”
- Mas-mas/ Mbak-mbak: “Itu orang kok kayak tusuk gigi ya bentuknya?”
- Guru: “Anak murid sekalian. Beginilah kalian kalau jadi pecandu narkoba.”
- Bocah Ileran: “Mama, liat tuh! Ada jerapah jalan make 2 kaki.”


Selain itu, gue juga udah males denger omongan kayak “Lu tinggi banget sih, Mar. Makan gala lu ya?”. Oke, itu emang pertanyaan tolol yang sering gue dapet dari orang yang lebih tolol daripada pertanyaannya. Ya mungkin niat mereka itu mau ngelucu, tapi itu mungkin lucu waktu 7-10 tahun yang lalu. Itu dia yang ngebikin gue males ngedenger pertanyaan kayak gitu. Selain karena itu adalah pertanyaan basi, gue juga punya alesan lain.


1. Gue nggak bisa debus. Jadi mustahil buat gue untuk makan gala.
2. Gue bahkan nggak tau gala itu kayak gimana bentuknya.
3. Kalopun gue tau gala itu kayak gimana, belom tentu gue makan itu. Kecuali kalo gala itu ternyata benda yang keliatan enak. Dan yang terakhir...
4. Gala itu kayak gimana bentuknyaaa?


Ya tapi gue juga bersyukur sih dilahirin tinggi. Paling nggak, gue nggak perlu minta sama tuhan untuk jadi orang yang tinggi lagi. Itu salah satu sisi positifnya.
Makanya itu, gue bisa dianggap beruntung dapet turunan tinggi ini dari ortu gue.

Tapi, jangan ngira gue itu orang yang paling tinggi diantara temen-temen seumuran gue.

Akhir-akhir ini gue bisa dibilang keseringan reunian SD. Itu juga Cuma pantes dibilang kumpul-kumpul biasa, soalnya nggak formal. Dan dari reunian itu gue ngerasain banyak kesenangannya. Salah satunya, gue ketemu temen SD gue yang lebih tinggi dari gue (190an CM) dan jauh lebih kurus dari gue. Itu ngebuat gue ngerasa jadi orang yang paling disayang sama tuhan. Haha. (kalo mau tau dia itu kayak gimana, bayangin aja orang yang komposisinya Cuma terbuat dari bongkahan tulang, sedikit gas kentut, dan dibungkus sama sedikit kulit).



Oke, selain itu... gue mau ngasih tau berita duka...


(Baca: Apa? Apa???)

*Hening, dan diiringi lagu sedih kayak Slipknot)


Hmmm... gue nggak nyangka kalo itu berlalu begitu cepat... tapi, mau gimana lagi...


(Baca: Iyaaaa... apaaaa???)
*Masih hening dan lagu Slipknot masih jalan*


Sebenernya... ... ...


(Baca: Iyaaaaa...?)

*Masih hening, dan lagu Slipknot udah nyampe ke bagian reff-nya*


... nggak lama lalu, rambut gue dipotong dan hasilnya cacat.


*Gubrak!!*


Yaaa, rambut gue itu meninggalkan gue begitu cepatnya. Dia meninggal karena dibunuh orang yang nggak bertanggung jawab. Dan sekarang, rambut gue jadi cacat begini...



Before
Omar Reeves


After


Tukang foto: Adek gue yang terpaksa karena gue paksa secara paksa (halah, maksa banget maksanya)


Mungkin gue bakal ceritain di post berikutnya. Untuk sekarang, mari kita sama-sama mendoakan supaya rambut lama gue tenang di sisi-Nya.

Thursday, March 4, 2010

Tulisan Jelek Pembawa Petaka

Kampeeeeeereeeeeettteeeetttteeeeetttteeettt!!!
Gue nggak pernah nyangka, kalo suatu hal yang kecil bisa ngebuat orang jadi sial.

Lu pasti nyangka, suatu yang kecil yang gue maksud tadi itu upil.
Emang sih, upil itu kecil, jelek dan bisa ngebuat orang laen jadi sial. Contohnya kalo lu meperin upil lu ke temen lu. Temen lu bakal dijauhin sama temen-temen lu yang laen. Apalagi kalo upil lu itu berukuran XL, bentuknya abstrak, dan gampang keliatan walaupun mata temen lu yang lain berjarak 1 meter dari sang upil (jangan dibayangin). Dengan begitu, temen lu itu jadi orang yang sial.

Tapi bukan itu yang gue maksud. Yang gue maksud itu adalah TULISAN JELEK gue.

Beneran deh, lu kalo belom pernah liat tulisan gue, mungkin lu itu termasuk orang beruntung yang dipilih sama Tuhan. Dan bagi orang yang udah pernah ngeliat tulisan gue, mungkin dia itu orang yang mendapat siksa neraka lebih awal.

Tulisan gue itu bisa dibilang kayak lukisan abstraknya Picasso, atau coret-coretannya anak umur 1 tahun yang tangannya buntung. Dengan kata lain, tulisan gue itu SURAM.

Gue sering ngebayangin, kalo misalnya gue lagi nulis, terus temen gue dateng ke gue dan ngeliat tulisan gue.


Gue: *Lagi nulis dengan suka cita*

Temen #1: *Ngeliat tulisan gue* Widih! Bagus banget mar!

Gue: Apanya yang bagus?

Temen #1: Itu, lu lagi ngegambar pasukan cacing lagi perang make clurit kan? Bagus banget! Kerasa banget suasana kekacauannya.

Gue: ...

Temen #2: Tuh juga bagus, ada gambar jendral cacing yang kepalanya buntung, lagi. Hebat! Mirip banget!


Jangankan temen-temen gue. Karena saking jeleknya, mungkin Superman juga bakal kesusahan ngebaca tulisan gue, padahal dia punya mata super. Dia mungkin ngebacanya juga sampe memicingkan mata, terus setelah beberapa menit, mata supernya meledak. BOOOM!

Gara-gara tulisan gue itu juga, gue ngedapet perlakuan “istimewa” dari SD sampe sekarang.
Misalnya hasil ulangan lagi dibagiin, dan ada kertas yang lupa dikasih nama, guru gue pasti bilang, “Punya siapa ini? Nggak dikasih nama. Tulisannya jelek banget sampe nggak kebaca... hmmm... oh, Omar. Kasih nama dong, Mar. Untung aja tulisannya ngasih tau. Hehe.” Di saat kayak gitu, rasanya pengen banget gue ngelempar lembing ke kepala guru gue.

Sering juga kayak gini, “Buku siapa ini nggak dikasih nama?” Guru gue teriak. “Tulisannya jelek nggak, bu?” temen-temen gue juga teriak. “Hmmm, iya. Jelek banget” jawab guru gue. “Ah, itu mah punya Omar, bu.”

Gue juga sering dapet nasehat-nasehat yang ngebangun kayak,”Mar, tulisan lu ngebuat mata gue minus nih. Ubah dong!” atau yang sejenisnya. Tapi mereka nggak tau, kalo ngerubah tulisan itu sama aja ngerubah kebiasaan jalan make kaki yang kita pelajarin dari bayi, jadi jalan make tangan terus moonwalk. Dengan kata lain, itu butuh waktu yang lama.
Untuk dapet tulisan gue yang “istimewa” ini aja, gue perlu waktu dari SD sampe sekarang. Coba kalo gue mau ubah sekarang, perlu waktu sampe gue punya cicit, baru tulisan gue jadi bagus.

Dan tulisan gue yang MANTAP ini ngebuat gue sial di masa sekarang.
Kemaren, waktu gue UTS di kampus, beberapa nilai-nilai gue ada yang JELEK bahkan DIKOSONGIN sama si dosen. Padahal, temen gue yang duduk di sebelah gue pas UTS, dan dia NYONTEK sepenuhnya dari gue (dengan kalimat lain, jawaban gue sama dia 80% sama) dapet nilai yang jauh lebih gede dari gue. Misalnya gue dapet 60, dia dapetnya 85. Misalnya gue dapet 80 mungkin dia dapet 105 (kalo ada).

Keganjilan (hayah) itu tentu aja nggak gue anggap adil, dong. Akhirnya gue protes sama beberapa dosen. Gue di sini mau menjunjung keadilan yang seharusnya gue dapet dari awal. Dan akhirnya gue ngomong ke dosen gue.


Gue: Bu, saya kok nilainya bisa 60 gini, bu? Padahal temen saya yang sepenuhnya nyontek sama saya, dia dapet 85. Nggak adil nih bu.

Dosen Kampret: nama kamu siapa?

Gue: Omar, nyet! Cepetan kasih alesannya, jing! (hahaha, nggak mungkin juga gue ngomong gini)

Dosen Kampret: oh... saya nggak bisa baca tulisan kamu. Jadi saya kasih 60.


Itu BENERAN lho! Sesudah itu gue tetep protes sama dia. Tapi gue dikasih tau sama temen gue yang senior, kalo gue malah jadi nyolot gitu, gue bisa di-blacklist-in sama tuh dosen. Bisa-bisa, gue malah diincer terus. Dan akhirnya gue diem.

Dan gue juga nanya sama dosen gue yang ngosongin nilai UTS gue. Tapi jawaban dia sama, yaitu, “Tulisan kamu nggak kebaca sama saya.”

Dan dari tulisan jelek gue yang mahadewa itu, nilai-nilai akhir gue itu juga naas. Gue nggak dapet huruf A satupun. Gue dapet 2 huruf B, di pelajaran atau mata kuliah yang emang penting dipelajarin untuk periklanan, yang walaupun tulisan gue jelek tapi tugas gue nilainya bagus-bagus (kayak tugas bikin iklan, atau naskah) dan gue juga bisa dibilang aktif di mata kuliah itu.
Dan 2 huruf C, di pelajaran yang full NULIS bahkan untuk tugasnya pun tugas NULIS (sama kayak pelajaran IPS lah kira-kira. Yang jawaban dari soal bisa diliat di buku).
Dan satu huruf D, di pelajaran yang nilai UTS gue dikosongin, yang full NULIS sampe ke tugas-tugasnya, yang muka dosennya mirip Twetty kecanduan narkoba.
Dan satu mata kuliah yang nilainya belom keluar.

Dari situ semua, gue bisa simpulkan kalo IPK gue itu Cuma 2.1 atau 2.3... DAMN... Tiiiit.... Tiiit... Tiit (disensor).

Temen-temen gue juga pernah bilang, kalo nilai gue itu bakal dipengaruhin sama tulisan gue nanti. Soalnya, dosen itu nggak mau susah-susah. Kalo dia nggak bisa baca tulisannya, dia bakal nilai sesuka dia, entah dibenerin atau disalahin. Tapi gue malah nggak peduli.

Dilandasin kejadian-kejadian laknat itu, gue jadi punya cita-cita baru. Gue mau ngebikin satu perkumpulan yang bernama”Ikatan Tulisan Jelek”. Supaya para orang yang tulisannya jelek dan nggak kebaca nggak didiskriminasi, dan mereka mendapat perlakuan sama yang didapat sama si Orang Tulisan Bagus. Itu untuk menjunjung tinggi nilai keadilan di Indonesia. Supaya masyarakat di Indonesia menjadi lebih sejahtera.
Salam Tulisan Jelek!

Saturday, February 27, 2010

Formspring

Heyhooo!!!

Oke, di postingan sekarang gue nggak make kalimat pembuka yang bener-bener pembuka(halah, apa coba?). Gue langsung aja ke intinya.

Jadi begini, kemaren gue muntah gara-gara mual habis ngaca. Gue muntah sekitar beberapa menit di kamar gue. Waktu udah selesai, gue ngeliat muntahan yang gue muntahin, dan akhirnya gue muntah lagi...


HENING...


Lho? Lho? Bukan ini yang gue maksud.

Oke, jadi sebenernya begini, nih. Gue mau ngenalin situs jejaringan yang bagus, nih. Sebenernya, suti... eh, situs (sorry, keinget temen SMA yang aroma badannya melegenda) ini udah gue promosiin di Catatan Singkat (C.S) postingan gue sebelum-sebelumnya. Situs yang gue maksud di sini adalah...


JRENG... JRENG... JRENG.
DUK... TAK... CSSS.


Formspring.me


Yak, Sodara-sodara... Formspring.me.

Mungkin beberapa di antara kalian udah tau apa itu Formspring. Tapi, gue mau ngejelasin, apa itu FS (Formspring), buat yang nggak tau.

Formspring itu situs jejaringan sosial yang bentuknya tanya-jawab. Jadi, elu ngirim pertanyaan ke orang laen, dan nanti orang yang lu tanya bisa ngejawab sesuka mereka.

Formspring itu sebenernya bisa dibilang kayak Twitter, atau juga bisa dibilang kayak FS (Friendster). Jadi, bisa dibilang itu adalah hasil dari kawinan Twitter dan FS. Eh, jangan hasil kawinan deh, lebih bagus kalo kata-katanya hasil gabungan (bakal aneh juga kalo situs bisa kawin). Kenapa gue bilang kalo gabungan dari Twitter sama FS? Soalnya Formspring itu desainnya mirip Twitter, dan cara kita nanya ke orang, sama kayak kita ngirim Testimonial di Friendster.

Gue sendiri sih, belom lama make tuh situs. Masih bisa diitung dalam hitungan minggu mungkin. Tapi, gue bisa nyimpulin kalo tuh situs lumayan seru. Soalnya, gue ditanya-tanya kayak artis (film kartun) yang ditanya-tanya sama para wartawan di acara Jumpa Pers.


Wartawan #1: Omar! Apakah hubungan Anda dan Dorce sudah ingin sampai ke tahap yang lebih serius?

Wartawan #2: Omar! Apakah foto bugil yang memuakan di Internet itu memang Anda?

Wartawan #3: Omar! Apakah Anda sudah keren dan tampan sejak dulu?

Gue: Hush... Hush. Pergi, pergi! Kalo mau tanya mending di Formspring aja.


Dari minggu-minggu kemaren sampe sekarang, gue sih udah dapet 158 pertanyaan. Dan semua pertanyaan itu gue usahain supaya nggak gue jawab dengan serius. Tapi , beberapa ada juga yang terpaksa gue jawab dengan serius.

Dan pertanyaan-pertanyaan itu sih niatnya mau gue copas ke sini tapi nggak semua. Jadi, nggak perlu lama-lama lagi deh. Langsung aja gue taro ke sini, contoh beberapa pertanyaan dari beberapa orang dari yang identitasnya udah ada, sampe yang anonym yang udah dijawab sama Bangjago (Nickname gue).


Peringatan: Di beberapa pertanyaan terdeteksi ada unsur Alay-nya. Bagi yang bermata lemah, mata rabun, mata minus, mata plus, mata plus-plus, atau mata jereng, sebaiknya tidak membaca sampai habis.


Peringatan #2: Tapi kalo penasaran sih nggak apa-apa.


Peringatan #3: Duh, gue lupa mau nulis apaan. Mending terusin aja deh bacanya.


Formspring.


Tanya (T): Suara lo bgus g? by ribkacharina
Jawab (J): Bayangin aja suara Dorce lagi nyanyi sehabis dia ngejalanin operasi amandel terus lehernya habis disentil sama palu.

T: gimana cara ganti background twitter ? by andifirra
J: Pilih opsi "Settings" terus klik pilihan "Design" terus... Hmmm... Euhmmm... Pencet tombol power di CPU dan di Monitor, terus cabut kabel komputernya.

T: jika km lg ska ma ssorg,,, pa yg akn km lakuin biar org tu tw prsaan km n biar dia jg ngerasain hal yg sm kyk yg km rasain ke dia????? by santyvd
J: Yah, itu sih gampang. Tinggal ke dukun.

T: Pak Koco (guru MTK gue di SMA) apa kabar? by rifplusky
J: Kabar terakhir yang gue denger, dia jadi Satpam.

T: pak koco beneran jadi satpam? by ranisa
J: Ah, masa' sama bokap sendiri lupa. Kan setiap pagi cium tangan. :p

T: Kalo ada yg blg gni m u..ap tnggpan u "u adlah alasan utma Tuhan ciptain jari tengah" by ribkacharina
J: Gue bakal tersanjung. Bayangin coba, Tuhan nyiptain Jari Tengah cuma karena gue. Gue terharu. :D

T: Duh tgan ku kram by ribkacharina
J: Duh, gue nggak peduli. Dan itu bukan pertanyaan lho.

T: Jadi pertanyaan itu kaya gimana mar? by baimaru
J: Ya asal ada tanda tanyanya. Bahkan kayak gini juga pertanyaan kok? (soalnya ada tanda tanya)

T: Kenapa babi jalan ny nunduk? by ribkacharina
J: Kan dia sopan.

T: a? -> ya ya ya ini pertanyaan juga by fitriaisyah
J: iya?<--- pertanyaan juga lho. T: Bang es cendol satu yak! by ribkacharina
J: Wah cendolnya abis, neng. Yang ada tinggal Tivi.

T: ibu ani punya 5 orang anak, nama anaknya lala, lili, lulu, lele, nah, nama pacarnya anak yang ke lima sapa mar?
J: Ani. B)

T: lah kan gue nny nama pacarnya mar, bukan anaknya?
J: Pacarnya Ani itu namanya Ani juga. Soalnya dia Lesbian.

T: whahahaha gila
J: Dia nggak gila. Cuma Lesbian.

T: oi omar, penemu biskuit pertama kali di dunia itu sapa mar?
J: Oh, itu sih gampang. Bukan gue kok.

T: Kenapa haemoglobin warnanya merah?kenapa gak ijo aja gitu,kan biar ramah lingkungan. by DesyK
J: Nggak semua warna ijo itu ramah lingkungan. Tai kebo contohnya. Makanya dia lebih milih warna merah.

T: Politikus indonesia yang kamu kagumi? by hcg
J: Tentu aja Johny Depp... (dia itu politikus bukan ya?)

T: Apa hal paling kren dari kcoa? #halah #apaan si! by ribkacharina
J: Kecoa itu badannya kecil. Jadi bisa masuk bioskop nggak bayar, dan bisa ngintip orang mandi. :3

T: omar, di idola cilik lo dukung siapa? by fitriaisyah
J: Gue dukung Joe Sandy... (lho?)

T: Ada yg prnh blg gak qlo lu tc jayus bgt! (gue rasa ini orang yang ngerasa dirinya lucu yang pernah ngomentarin tulisan gue malesin)
J: Ada. Dan dda yang pernah bilang ke elu nggak, kalo nanya itu pake tanda tanya, bukan seru?

T: Luw mindta ditabog iia ! (Gue rasa masih orang yang sama)
J: LuW 4l4y iiA?

T: Kalo d ajakn ikuT termehek2..mau nyari sopo? by ribkacharina
J: Saya mau cari tuhan. (kira2 bisa nggak ya?)

T: Bisa tebak siapa gue? by bangjago
J: Elu itu bangjago, dan itu berarti elu itu gue.

T: Lho? Kok bisa tau sih? by bangjago
J: Soalnya ada keterangan "by bangjago". Selain itu... gue yang ngetik pertanyaan lu.

T: Ah, sial! Gue jadi ngerasa bego! Lu sendiri gimana? by bangjago
J: Gue jadi ngerasa lebih bego. -_-"

T: Lho? Kok bisa ngerasa bego juga? Kan elu bisa nebak, kalo gue ini adalah elu. by bangjago
J: Justru karena itu gue jadi ngerasa bego. T_T

T: kenapa bisa tinggi? kasih tau tipsnya ! by rahmirahmi
J: Itu bakal gue jawab dengan jawaban ilmiah. Itu karena... Ditakdirkan tuhan.

T: apakah anda mengetahui senam kegel ?? *serius* by abiii
J: Tau kok. Itu kan... *nyari di Wikipedia* (Beberapa menit kemudian) ... Aha! Itu kan... Senam.

T: bang bang baksonya jual ga? by lauradame
J: Baksonya lagi abis. Yang ada tinggal PSP.

T:kalo besok lo bangun tiba-tiba jadi artis, lo mau main sinetron judulnya apa? by fitriaisyah
J: Beranak Dalam Metromini. (Tentunya bukan gue yang beranak)

T: Di sekolah dpt ranking brp ?
J: Dapet rangking 11 dari 8 orang.

T: Kalo da cwe yg gaje ny lebih dr pd u mw jadi pcr u??mw kga? by ribkacharina
J: Hmmmm... kayaknya nggak deh. Kalo sama2 nggak jelas, bisa2 nggak nyambung pembicaraannya.

Gue: Hi, lagi apa?
Dia: Udah makan belom?
Gue: Pengen ngupil nih.
Dia: Jadi laper deh.

gitu deh kira2 pembicaraan yang bakal terjadi.


T: Cekreeek brrook grauuph grauuph... Bunyi apakah itu by ribkacharina
J: Bunyi bayi dicekek?


Udah, deh. Segitu aja. Itu Cuma buat demo. Kalo mau tau lebih banyak, join aja di Formspring, dan jangan lupa tanya gue ya.
Kalo mau tanya gue, tinggal masuk ke, www.formspring.me/bangjago


Oke, dah. See ya.

Wednesday, January 20, 2010

Rampok

Heyho!
Gue kemaren udah ngasih tau kan, di Catatan Singkat postingan sebelumnya, kalo rumah gue hampir disantronin sama RAMPOKK (kenapa “R”nya ada 2?)

Yak, sodara-sodara. Rumah saya HAMPIR dirampok sama orang. Kenapa gue bilang hampir? Karena emang hampir. Kenapa gue nanya sendiri dan ngejawab sendiri? Karena gue ganteng. Terus apa hubungannya sama ini? Nggak ada.

Postingan kali ini… Selesai.


KRIK… KRIK… KRIK.


Oke, tadi Cuma bercanda.

Tapi yang nyangkut soal rampok itu bener lho.

Jadi, kejadiannya waktu hari-yang-gue-lupa-kapan di jam setengah 12 malem. Tuh perampok nyoba ngebuka kunci gembok di pager rumah gue. Mereka ada dua orang. Tapi gara-gara perampoknya berisik, jadi ketauan sama mas-mas KulBang (Kuli Bangunan) yang lagi tidur di ruang depan. Dan kenapa di rumah gue ada KulBang? Bukan... Bukan. Mereka bukan temen nongkrong gue. Di rumah gue ada kulbang, soalnya rumah gue lagi diperluas dan dibikin ruangan lain di deket garasi, untuk naro motor, sepeda, atau pesawat (hayah). Jadi, rumah gue banyak KulBang-nya.

Mungkin dari pembangunan ruangan yang belom selesai itu juga, yang ngebuat rampok bego itu mikir, “Wah, gue laper nih. Enaknya makan nasgor.” Eh… itu mah pikiran gue. Maksud gue, yang ngebuat rampok itu mikir, dan ngebuat dialog gini sama rekannya:


Rampok #1: Wah, rumahnya lagi dibangun. Keliatannya gampang buat dirampok nih.

Rampok #2: Tapi, mungkin di dalemnya lagi banyak orang, dan kita bakal gampang ketauan waktu lagi nyolong. Dan mungkin juga, di dalem rumah ini banyak kuli bangunan.

Rampok #1: Iya, ya. Kemungkinan kita juga bakal digebukin rame-rame.

Rampok #2: Bukan itu doang. Kita juga bisa mati, lho. Soalnya banyak kuli bangunan yang kekuatannya kayak macan lagi horny…

Rampok #1 & #2: (mikir sebentar) SEMPURNA!!! Ayo kita bobol!


Kalo mereka pinter, mereka pasti mikir dua puluh ratus kali, sebelom nyoba masuk.

Oke, balik lagi.
Jadi, waktu tuh rampok lagi nyoba ngebuka konci gembok di pager, mereka berisik banget (mungkin mereka ngebukanya gini, “TERBUKALAH WAHAI KUNCI GEMBOK YANG AGUNG!!! ALOHOMORA!!!” sambil teriak) sampe KulBang yang lagi tidur jadi kebangun.

Abis bangun, para KulBang itu langsung melakukan tindakan ter-macho untuk laki-laki: Ngebangunin AI (asisten ibu) yang lagi tidur.
Waktu si Bibi’ (AI) udah bangun, dia langsung ngebangunin semua orang di rumah. Kecuali satu orang bego yang nggak mau bangun: Gue.

Semua yang bangun langsung nyalain semua lampu yang ada di rumah kecuali lampu kamar mandi. Jadinya, kedua rampok itu malah kabur.
Dan besoknya gue diceritain sama Bibi’ gue.


Dia: Ji, semalem rumah hampir dirampok!

Gue: Lho? Kok bisa?! Dan kok mereka mau?!

Dia: Nggak tau. Semalem ada 2 orang yang mau masuk. Bibi’ langsung nyalain semua lampu, jadinya mereka lari.

Gue: Ah, kenapa gitu?! Harusnya biarin mereka masuk dulu, terus suguhin teh sama cemilan, habis itu kita labrak. Lagian kok nggak ngebangunin oji, sih!

Dia: Yeeee, udah dibangunin tapi nggak bangun-bangun.

Gue: Ha? Masa’? Bibi’nya aja kali yang ngebanguninnya kurang keras. Jangan-jangan ngebanguninnya Cuma ketok pintu sambil bisik-bisik.


Ah, coba aja gue tau kalo perampok itu mau dateng. Gue pasti udah nyiapin kardus gede yang gue isi sama sepatu, komputer, atau kaos-kaos. Kardus itu gue taro deket pager terus gue tulis di kardusnya “Kalo mau ngerampok, ambil ini aja”. Dan besoknya gue tinggal bilang ke bokap, “Pa, kemaren, komputer, sepatu, sama kaos-kaos oji dirampok.” Dan mungkin bokap gue bakal bilang, “Lho? Kok bisa gitu?!” dan gue tinggal jawab, “Nggak tau, kan perampok sekarang udah pinter.” Dan akhirnya gue minta dibeliin sepatu baru, komputer baru, sama kaos baru dah. :D


Di dalem otak gue, gue mikir gimana ya kalo ada perampok yang dateng ke rumah gue waktu gue lagi sendiri di rumah.


Gue: *Lagi nonton di kamar, terus denger suara grasak-grusuk (halah, apa itu grasak-grusuk?) di luar* Hah?! Siapa di sana?!

Rampok: Bego! Mana ada Rampok yang ngejawab kalo ditanya kayak gitu.

Gue: Lah? Itu jawab. Jadi elu rampok, ya?

Rampok: Haduh, yang bego siapa ini sebenernya? Iya, gue rampok. Kenapa lu!!!

Gue: Oh, gue Oji.

*Kenalan*

Gue: Jadi ada apa, ya?

Rampok: (jadi sopan) oh, gini. Saya dateng ke sini niatnya sih mau ngam… Woi! Gue ini perampok!

Gue: Lah, emang kan.

Rampok: *nepok jidat* hayaaah. Terserah lah!!! Sekarang serahin semua barang lu!

Gue: Barang gue ada banyak. Mau yang mana?

Rampok: Hmmm, lu punya barang yang bentuknya kaya… Agh! Dibegoin lagi gue.

Gue: Lho? Yang begoin elu siapa? Gue Cuma nanya mau yang mana kok.

Rampok: SEMUA!!!

Gue: Terus mau lu taro di mana? Lu kan nggak bawa tempat buat semua barang gue.

Rampok: Oh iya, ya. Nanti gue boleh ngerampok koper lu nggak? Buat nampung hasil rampokan gue.

Gue: Kopernya ada di kamar bokap gue. Dan lagi dikunci pula. Hayoo, mau taro mana? Dan rampok amatir macam apa lu? Nggak bawa senjata gitu.

Rampok: Hmmm… Agh… itu urusan gue lah!

Gue: Ini pertama kalinya elu ngerampok ya?

Rampok: Hmmm, iya sih. Tapi bukan urusan lu.

Gue: Sini, duduk di sebelah gue. Gue ajarin cara ngerampok.

Rampok: Gue nggak punya banyak waktu. Sekarang cepet kasih semua…

Gue: (ngebentak) Sini duduk, gue ajarin!

Rampok: Eh, kok jadi galak. Iya, deh.

*Setelah ngajarin*

Rampok: Oh begitu cara ngerampok, ya?

Gue: Yap, semuanya udah gue ajarin ke elu. Pakailah ilmu itu sebaik mungkin.

Rampok: Oke. Makasih ya ilmunya. Sekarang serahin semua barang lo. *Sambil nodongin piso*

Gue: Wah, hebat lu. Baru diajarin, langsung bisa! Gue sampe ketakutan dan ngencing di celana barusan.

Rampok: Gue serius! Serahin semua barang lu!

Gue: Eh, jangan bercanda dong. Gue takut beneran nih.

Rampok: Gue nggak bercanda. Sekarang kasih semua, atau kepala lu yang gede gue tusuk make piso.

Gue: (ketakutan) Iya, iya. Ambil aja semua.


Dan akhirnya sang perampokpun berhasil jadi perampok yang baik, dan gue jadi korban perdananya…

Tamat… (terinspirasi dari Fluffee Talks)