But here I am, baru balik dari bar setelah bercengkrama bersama teman sambil minum-minum, dan memutuskan menulis ini di MRT dengan syaraf yang agak lemas.
Pertemuan kami cukup seru. Banyak kalimat terucap dengan nada menyenangkan di obrolan kami, yang di mana itu agak sulit didapatkan jika dilakukan tanpa alkohol. Bisa saja, tapi tidak akan selepas itu. Lalu gue merasa bahwa thesis gue benar: gue hanya menyukai efek yang ditimbulkan dari alkohol ketika sedang nongkrong bersama teman-teman.
Untuk urusan rasa sudah absolut rasanya bagi gue untuk tidak suka. Namun, untuk buah mulut ketika bersama orang-orang dan suasana yang tercipta beda perkara. Obrolan ngalor-ngidul yang awal dan akhirnya tidak jelas arahnya tapi seru-seru saja. Gestur tidak perlu yang keluar karena badan sempoyongan, dan celetukan-celetukan bodoh yang terucap. Itu adalah resep seru dalam tongkrongan, dan bahan utamanya adalah cairan ethanol dalam gelas.
Tapi ya tetap, gue tidak suka rasanya. Gue hanya suka suasana yang dihasilkan setelahnya. Bagi gue minuman paling enak tetaplah satu: susu stroberi. Hahaha.


No comments:
Post a Comment