Tentunya hal itu membuat gue merasakan tiap momennya dengan utuh. Gue ingat tiap tawa ketika ada lelucon yang dilontarkan, cahaya hangat dari pemandangan bagus yang pernah gue perhatikan, atau tiap penampilan keren yang gue tonton entah di mana.
Dengan berpikir melakukan itu artinya "lebih hadir", gue menjadi lupa semuanya bisa kapan saja berakhir. Lupa kalau mengingat saja kadang tidak cukup dalam kegiatan bernostalgia. Sejenak gue lupa kalau manusia juga bisa lupa.
Apalagi dengan kejadian yang terasa biasa. Padahal hal-hal remeh nan sepele itu justru seringkali yang menjadi bumbu sedap dalam mengingat ulang. Mengingat ulang suatu tempat, kejadian, atau orang.
Dalam waktu tak tentu pemandangan sama yang dilewati setiap hari bisa menjadi berbeda. Tempat yang sering dikunjungi sewaktu-waktu bisa menghilang. Orang terdekat yang selalu sedia bersama kapan pun bisa tiada. Bahkan kita sendiri tiap menit ke depan tidak akan pernah sama dengan menit sebelumnya.
Jika ada satu hal di dunia ini yang tidak akan berubah, hal itu adalah perubahan. Perubahan itu konsisten dan akan selalu ada. Mengingat sesuatu yang sudah berubah akan lebih syahdu kalau ada sesuatu yang bisa membantu.
Nggak ada yang salah dengan "live in the moment", tapi ketika suatu saat ingin kembali ke moment lampau yang sepele, lupa adalah musuh besarnya. Jikalau sudah seperti itu, gue cuman bisa bergumam...
"I should've taken more photos."


No comments:
Post a Comment