Showing posts with label Cuma Info. Show all posts
Showing posts with label Cuma Info. Show all posts

Saturday, April 12, 2014

Tips: Mempelajari Tekhnik Scream 101

Kemarin gue dan salah satu teman gue terjebak di sebuah pembicaraan tentang vokal metal. Dan kalau membicarakan tentang vokal metal, tentunya hal paling dekat yang bisa diasosiasikan adalah nyanyian teriak atau yang biasa orang-orang bilang scream.

Lha, salah gambar...

Nggak perlu waktu lama untuk gue sadar ke mana teman gue mau mengarahkan pembicaraannya. Kami berbicara tentang cara scream dan bagaimana bunyinya, lalu dia bertanya, “Lu masuk band temen gue aja, Ji! Masih baru sih, tapi udah punya lagu.” Sudah gue duga.

Gue dulu adalah vokalis band metal. Lucunya, gue adalah vokalis freelance. Jadi gue nggak terikat sama suatu band, tetapi gue sering dipanggil untuk mengisi posisi vokalis. Gue “disewa” untuk latihan mereka, atau misal ada konser di tempat lain sebagai pembantu atau pengganti. Dan gue melakukan itu semua dengan sukarela. Jadi kalau dibayar ya syukur, nggak ya juga oke.

Kalau tidak salah band yang sempat gue temani ada sekitar 4 band. 2 di antaranya adalah band teman gue, dan sisanya adalah band dari temannya teman gue. Sempat gue ditawari jadi personil tetap, tapi gue menolaknya karena beberapa alasan.

Seperti dulu saat di studio musik teman gue ada sebuah band yang inisialnya FTV. Setelah mereka selesai dan mau pulang, gue masuk untuk cek mik dengan teriak-teriak. Mereka mendengarnya dan salah satu personilnya masuk ke dalam lagi untuk menawarkan gue menjadi vokalis baru mereka. Dengan rendah hati gue tolak, alasannya karena musik mereka punya lirik yang jelek (tapi mereka sekarang terakhir gue cek sudah punya ribuan fans di Facebook). Dan saat kemarin teman gue menawarkan untuk jadi vokalis band temannya, gue juga menolaknya karena nama bandnya aneh. Haha.

Bebas kalian mau bilang gue terlalu sombong atau apalah, tapi alasan gue nggak pernah bikin/masuk sebuah band karena standar gue tentang band yang mau gue gawangi tinggi. Tentu supaya bisa dibanggakan. Kalau nama bandnya sendiri saja sudah aneh karena bahasa Inggris yang maksa atau liriknya terlalu “band Indonesia”, mending nggak usah. Malah malu nanti.

Teman  : Wih! Gue denger lu jadi vokalis band metal yang terkenal ya? Nama bandnya apa?
Gue       : ah, nggak usah tau deh mendingan. Malu gue. Hehe.
Teman  : ayolah, orang band terkenal kok malu-malu. Emangnya namanya apaan? Kali aja gue pernah denger.
Gue       : The Red Dahlia Twenty Nine My Age.
Teman  : o.... kay...

Oke, mari kembali ke judul. Seperti yang judul bilang, tulisan ini akan memberi tahu sedikit tips dasar untuk nyanyi teriak.

"Biji gue sakit celananya terlalu ketaaaat, gyaaaaaargh!"

Sebelumnya ada 2 teknik teriakan yang gue tahu: Inhale Scream dan Exhale Scream.

Sesuai namanya, inhale adalah yang ditarik (nafasnya) dan exhale adalah yang dikeluarkan. Masing-masing punya penggemarnya tersendiri. Gue sendiri bisa keduanya. Gue pakai inhale scream saat jaman gue masih SMA sampai lulus SMA. Terdengar bagus dan brutal memang tipe teriakan ini. Untuk growl, pig squeal terdengar halus dengan teriakan tipe ini. Dan biasanya tipe ini adalah teknik pertama yang vokalis band metal bisa, karena memang sangat mudah.

Cara melakukan inhale scream adalah dengan menarik udara lewat mulut lalu diproses di tenggorokan. Pernah menirukan suara mendengkur? Kurang lebih seperti itu, tetapi tidak melibatkan hidung di dalamnya. Jadi suara yang dihasilkan adalah melalui kerja sama udara yang ditarik lewat mulut, diproses di tenggorokan, lalu berakhir di dada. Untuk pengaturan suara tinggi-rendahnya bisa diatur lebar mulut yang dibuka dan udara yang ditarik. Dan untuk pig squeal-nya tinggal bagaimana kalian memainkan tenggorokan. Simpel dan mudah. 

Untuk beberapa tahun gue memakai jenis teriakan ini, dan gue sempat bangga bisa teriak selama 26 detik pakai satu nafas dengan tipe ini. Namun lama-lama gue sadar kalau jenis inhale scream ini tidak begitu sadis, dan beberapa vokalis metal di luar sana malah bilang kalau ini berbahaya. “Jangan teriak dengan cara ditarik, itu bakal nyakitin diri lu sendiri.” Kata Ed Hermida, vokalis All Shall Perish yang sekarang sudah menjadi vokalis Suicide Silence, saat gue tanya apakah dia pakai exhale atau inhale. Maksud dia “nyakitin diri lu sendiri” adalah inhale scream itu katanya nggak baik untuk suara atau tenggorokan. Banyak orang di YouTube yang bilang begitu. Walaupun gue agak nggak percaya tapi akhirnya gue meninggalkan cara itu dan gue belajar teknik exhale scream.

Banyak vokalis metal Indonesia amatir yang mengeluh kalau exhaling itu susah, oleh karena itu banyak yang tetap pakai inhale scream. Dan akhirnya mereka terdengar seperti sampah, karena terdengar maksa dan tidak nyaring. Gue pun awalnya mengalami kesusahan belajar teknik exhale scream ini. Gue belajar berbulan-bulan lewat tutorial yang disediakan YouTube. Sampai akhirnya gue menemukan tutorial yang benar-benar membantu yang dibuat oleh Edward James Belk.

Tutorial-nya menurut gue sangat membantu, dan orangnya juga sangat ramah. Dia bersedia gue tanya-tanya lewat Facebook dan dengan senang hati menjelaskannya walaupun gue tidak add dia sebagai teman. Dan akhirnya, gue menguasai teknik ini.

Teknik exhale scream ini jauuuuh lebih sadis ketimbang teknik inhale dalam semua bidang. Suara lebih nyaring dan terdengar lebih bagus. Lebih gampang, dan dapat dikombinasikan dengan nyanyian biasa (ketika nyanyi dengan suara asli, bisa disambung dengan teriakan. Teknik inhaling jelas nggak bisa ini). Dan rahasia dari jenis teriakan ini adalah nafas dari perut.

Ya, pada dasarnya nafas dari perut adalah kunci dari teriakan jenis ini. Exhale scream adalah kerja sama antara tenggorokan, dan perut. Jadi suara yang dihasilkan berasal dari tenggorokan, lalu dibantu nafas dari perut. Ingat, dari perut! Bukan nafas dari paru-paru. Kalau memakai nafas paru-paru, suara yang dihasilkan malah seperti orang tercekik. Gampangnya begini, kalian coba tirukan suara monster yang biasa kalian keluarkan ketika menggoda anak kecil, lalu suara monster itu dibantu dengan hembusan nafas dari perut yang dikeluarkan lewat mulut. Atau teriak ketakutan tetapi dibantu udara dari perut. Itu saja mungkin sudah membantu. Untuk tinggi-rendahnya suara, kalian bisa mengatur lebar mulut dan kekuatan nafas kalian. Cara exhale scream sendiri bisa terbagi lagi, tapi coba dulu untuk mengolah suara seperti tadi untuk pengalaman pertama. Hehe.

Tiap orang memiliki karakter teriak yang berbeda. Gue sendiri awalnya punya karakter teriak yang sama dengan Oliver Sykes di 2 album awal BMTH, dan vokalis Alesana. Bisa dibilang karakter teriakan gue standar. Agak sedih memang, karena gue sangat ingin punya karakter teriak seperti Mitch Lucker atau Ed Hermida tadi. Tapi ternyata susah. Dan lebih susah lagi itu teriakan band Jepang. Gue sempat berlatih mencari celah bagaimana untuk bisa teriak seperti Ruki (vokalis The Gazette), tapi tidak bisa dimiripkan, hanya mendekati. Ya, sekali lagi, karakter teriakan orang berbeda-beda.

Dan jika kalian mengalami sakit di tenggorokan setelah mencoba exhaling, berarti kalian masih salah. Ada yang minum dulu sebelum teriak, dengan tujuan mengurangi rasa sakit atau supaya lebih bagus suaranya. Ya, menurut gue itu nggak begitu berpengaruh sih. Ada juga yang bilang kalau mau terdengar bagus, teriaknya sambil mendongak ke atas. Sekali lagi, itu nggak berpengaruh. Konyol iya. Kan nggak lucu kalau habis konser atau latihan lehernya mesti diurut karena salah urat. :p

Mungkin itu saja yang bisa gue kasih tahu. Sebenarnya masih banyak yang mau ditulis, cuman ya akan sangat panjang dan konsentrasi membaca kalian untuk sebuah artikel tidaklah lama, takutnya malah tidak terbaca.

Mau pakai teknik inhale scream atau exhale scream itu terserah kalian. Gue pribadi sekarang lebih menyukai exhale scream. Bahkan sekarang band metal yang memakai teknik inhale scream adalah band cupu di mata gue, alias jelek (dulu gue suka Chelsea Grin, tapi tidak lagi setelah gue bisa exhale scream). Sekali lagi, bebas kalian mau pakai yang mana. Gue? Gue sih sekarang lebih suka bernyanyi jazz ketimbang metal. Jadi nggak perlu repot mengajak gue masuk band metal kalian. Kecuali nama bandnya masuk akal dan tidak seperti The Red Dahlia Twenty Nine My Age. :p

Tuesday, October 22, 2013

Pomade

Selama ini untuk gaya rambut, gue sering beberapa kali memakai produk hairstyling. Gue sudah mencoba krim, gel, dan wax, dan masing-masing tidak ada yang benar-benar bisa menuruti kemauan gue.

Saat gue memakai krim, hasilnya membuat gue kurang puas. Gue mendapatkan kilau rambut dan mendapatkan efek basah pada rambut gue. Namun hanya itu saja, rambut gue mesti sering-sering ditata ulang, karena krim rambut tidak membantu membuat rambut tetap pada gaya yang gue mau. Lalu gue memakai gel, dan gue mendapatkan hasil yang cukup baik, kilau rambut dan efek basah bisa gue dapatkan, dan gaya rambut yang gue mau bisa bertahan. Sayangnya jika memakai gel, rambut akan mengeras, dan tentunya tidak bisa diatur.  Setelah itu gue memakai wax, dan untuk pemakaian wax terakhir kali gue cukup puas. Gue memakai produk wax dari Gatsby, yaitu Gatsby Moving Rubber. Walaupun kilau kurang dan cenderung terlihat kering, namun gue bisa mendapatkan gaya rambut seperti yang gue mau dan tahan lama, selain itu juga bisa diatur, namun tidak sebebas yang gue mau.

Sampai akhirnya gue menemukan produk hairstyling yang bernama pomade.




Sebenarnya gue sudah mendengar tentang pomade bertahun-tahun lalu, tetapi tidak pernah gue coba karena masih terdengar asing dan harganya yang lebih mahal dari produk hairstyling yang pernah gue tau. Sampai akhirnya sekitar sebulan lalu seorang teman meracuni gue tentang pomade. Rasa penasaran akan produk ini datang lagi, dan gue coba mencari informasi tentang si pomade ini.

Hasil dari pencarian info yang gue lakukan memberi tahu kalau pomade adalah produk lawas. Pomade itu mudah diatur seperti wax dan kuat seperti gel, hanya saja pomade mudah ditata/disisir ulang tidak seperti gel dan memberikan kilau yang lebih baik ketimbang wax. Pomade juga memiliki daya set yang bervariasi, dari yang light hold untuk yang membutuhkan kilau, medium hold, sampai yang strong hold yang bisa membuat rambut ikal menjadi lurus.

Pomade itu adalah yang orang dulu bilang minyak rambut, karena memang bahan dasarnya minyak. Walaupun bagus, orang-orang di Indonesia belum banyak yang tahu karena di sini tidak begitu populer (baru akhir-akhir ini lagi mulai kembali populer). Kalau di Amerika cukup populer sampai ada grupnya sendiri. Dan karena bahan dasarnya adalah minyak, untuk pencucian mungkin kalian akan mengalami kesulitan dalam mencucinya. Kalau keramas biasa mungkin akan hilang setelah 2-3 kali pencucian.

Kayak yang gue bilang tadi, ini adalah merk lawas. Orang tuamu pasti tahu apa itu pomade, kalau tidak tahu, berarti kakekmu yang sudah pasti tahu. Kalau tidak tahu, mungkin mereka tidak tahu kalau produknya bernama pomade, biasanya mereka menyebutkan dengan nama brand-nya, Tancho.

Tancho sendiri adalah pomade yang masih diproduksi di Indonesia, oleh karena itu harganya murah. Gatsby juga mempunyai pomade dan diproduksi di Indonesia. Sayangnya kedua brand tersebut memiliki wangi yang menyengat sehingga banyak orang yang lebih memilih pomade Amerika. Pomade Amerika sendiri ada banyak pilihannya, seperti: Murray’s, Cockgrease, dan lainnya yang mungkin akan gue bahas di post yang akan datang. Wangi dari pomade impor juga bermacam-macam dan tidak menyengat seperti pomade dari brand yang gue sebutkan di atas tadi. Untuk hold juga lebih bagus dengan tingkat kilau yang bermacam-macam juga. Masalahnya, harga pomade impor itu lebih mahal daripada pomade lokal. Murray’s yang harga aslinya cuman $3.5, bila dijual di Indonesia bisa mencapai Rp. 130 ribu dan mungkin paling murah Rp. 90 ribu.

Tetapi sekarang ini mulai banyak juga pomade buatan rumah yang kualitasnya nggak kalah dari pomade impor, dan tentu harganya juga tidak terlalu mahal dari pomade impor. Seperti pomade pertama gue, Toar & Roby’s Pomade yang gue dapatkan cuman dengan harga Rp. 50 ribu.

Ya, berhubung sekarang ini gue sangat suka model rambut yang tertata rapi seperti ini:

Ketimbang yang seperti ini: 

Ya pomade merupakan pilihan paling tepat. 

Dan ngomong-ngomong, gaya rambut yang bisa ditata dengan pomade tidak terbatas sama yang di atas saja. Ada banyak pilihan gaya rambut yang bisa diatur dengan pomade, seperti: Pompadour kayak anak-anak bergaya rockabilly, dan bahkan gaya mohawk/fauxhawk bisa diatur juga dengan produk ini.

Oke deh, mungkin untuk selanjutnya gue bakal bahas tentang pomade lagi, tapi ya kalau lagi pengen aje.

Oh iya, kalau mau nanya-nanya seputar pomade juga bisa lewat ask.fm gue, tinggal klik DI SINI.

Salam klimis! :D

Thursday, September 19, 2013

Tips Presentasi 101



Yak, sesuai judul, sekarang ini gue mau bahas tentang tekhnik presentasi yang paling mendasar. Hehe.

Pernah nggak elu ngeliat sebuah presentasi yang menarik? Sebuah presentasi yang membuat elu fokus kepada apa yang dipresentasikan, walaupun materi presentasi itu bukanlah hal yang sesuai dengan minat lu. Dan pernahkah elu terjebak di sebuah presentasi yang sangat membosankan di mana selama sesi presentasi elu nggak henti teriak “BURUAN SLIDE TERAKHIR KEK!” dalam hati? Padahal materi yang dipresentasikan adalah hal yang benar-benar elu sukai.

Kok bisa seperti itu? Ya, itu semua adalah efek dari pembawaan sang pembicara.

Nggak peduli seberapa bagus materi presentasi yang dibawakan, kalau pembawaannya nggak bagus maka presentasi itu bisa disebut gagal. Nggak peduli seberapa besar kharisma sang pembicara sehari-hari, kalau pembawaannya kacau maka presentasinya tidaklah menarik.

Bila bicara soal presentasi, gue bisa bilang kalau gue adalah favorit beberapa dosen kalau presentasi individual. Beberapa teman gue juga suka kalau gue presentasi di depan kelas. Katanya sih nggak ngebosenin. Bukannya sombong, tapi ya gimana lagi *benerin rambut*. Haha.

Oke, sekarang gue mau langsung saja berbagi apa saja yang mesti diingat saat melakukan presentasi.


1. Audiens Juga Butuh Perhatian
Oleh karena itu, hindari melihat laptop! Banyak sekali mahasiswa yang saat presentasi malah melihat laptop sepanjang presentasi berlangsung.  Itu salah besar! Selain karena sudah ada bayangan materi lu yang diproyeksikan proyektor di depan (yang tentu saja bisa dilihat lebih jelas karena lebih besar), dengan melihat materi presentasi di laptop terus menerus lu jadi nggak punya waktu menatap para audiens. Mereka jadi seperti tidak bisa lu kuasai, dan elu sendiri jadi terlihat seperti sedang gugup walaupun sebenarnya tidak.  Para audiens merasa sedang tidak diperhatikan, dan kalau sudah seperti itu kemungkinan besar mereka akan bosan dan tidak tertarik kepada presentasi yang elu bawakan. Jadi sekali lagi, jangan melihat materi di laptop terlalu sering. Kalau lupa apa yang dipresentasikan, elu bisa melihat bayangan proyektor di depan.


2. Slide Penuh Tulisan = DOSA!
Apalagi jika ternyata tulisan yang ada di slide adalah apa yang dijelaskan. TERLEBIH LAGI, ternyata saat presentasi, sang pembicara hanya membaca apa yang tertulis di depan TANPA ada penjelasan lainnya selain apa yang tertulis di depan. Jika seperti itu, selamat! Presentasi elu sepenuhnya gagal!
Ketika kita presentasi di depan kelas atau apapun, kita biasanya menggunakan software Power Point. Ya namanya juga Power Point, seharusnya hanya poin-poinnya saja yang dimasukkan ke dalam slide. JANGAN semua yang ingin lu jelasin dimasukkan ke dalamnya. Coba bayangkan lu sedang melihat sebuah presentasi dengan banyak tulisan, dan sang pembicara hanya membaca apa yang terpapar di depan. Gimana reaksi lo? Jadi nggak tertarik kan? Makanya kalau sudah tau itu membosankan, ya jangan ikut dilakukan! Usahakan tulisan yang ada di slide lu hanya sedikit. Makin sedikit semakin bagus. Kalau hanya ada gambar tanpa tulisan, LEBIH BAGUS LAGI! Itu menunjukkan kalau lu sudah menguasai banget materi yang mau lu bawa. Tapi kalau belum menguasainya, ya letakan poin-poinnya saja yang ditulis. Dengan melakukan itu semua, presentasi lu akan lebih menarik. Tetapi nggak berarti para audiens nggak bosen. Bisa saja materi lu menarik banget, tapi pasti ada saja yang bosan. Nah bagaimana cara membuat mereka nggak bosan?


3. Ice Breaker
Ada satu istilah yang namanya Ice Breaker. Itu adalah suatu cara untuk mencairkan suasana ketika situasi sudah semakin kaku dan tegang. Bagaimana caranya? Satu cara yang ampuh adalah humor!
Ketika lu sudah merasa kalau presentasi lu mulai kaku atau sunyi, lu bisa memilih: mau sisa presentasi lu menjadi garing ATAU lu pecah kesunyian itu dengan melakukan ice breaking. Kalau ice breaking tidak dilakukan, ya siap-siap saja menghadapi kesunyian.
Di kampus, gue punya contoh salah satu ice breaker yang melegenda di antara teman-teman gue. Itu terjadi pas gue mempunyai tugas menjadi brand manager Indomie.
Jadi saat gue sedang menjelaskan tentang varian rasa baru Indomie, gue menambahkan 1 gambar “Indomie Rasa Ayam Kampus” yang modelnya Miyabi. Gue nggak membahas Miyabi, tapi gue menjelaskan contoh rasa baru dengan serius. Teman dan dosen gue tertawa lepas. Pecah! Haha. Orang-orang yang tadinya sudah hilang perhatian dan mulai tidak peduli terhadap presentasi gue, mulai kembali fokus ke presentasi yang gue bawakan di depan. Itulah gunanya ice breaker.
 Tidak mesti gambar sih, bisa juga humor-humor cerdas seperti melakukan stand-up comedy, dan ini yang biasanya gue pakai. Tapi ingat, jangan garing! Haha.


4. Interaksi
Salah satu bentuk cara menguasai audiens adalah lu mengajak mereka berinteraksi. Apapun interaksinya, yang penting interaksi! Entah itu membuat salah satu audiens maju sebagai peragaan, atau bertanya. Contoh:

Elu: Yak, coba Anda yang bermuka seperti pecandu narkoba di sana. Tahukah Anda tentang mobil listrik?
Dia: *menjawab*
Elu:  Yak! Mobil listrik adalah blablabla...

Walaupun hanya satu orang yang elu ajak interaksi, kemungkinan semua orang akan memperhatikan. Dan kalau bisa orang yang elu ajak berinteraksi adalah orang yang kelihatannya sudah mulai bosan, agar dia kembali fokus.


5. KUASAI MATERI
Dan kembali lagi, KUASAI MATERI. Ini sangat gue tekankan karena ini adalah inti dari semuanya. Kuasai materi yang akan elu bawakan nanti. Jadi saat presentasi nanti, elu nggak melulu liat bayangan proyektor dan membaca materi presentasi lu di depan. BASI, MAN! Gue sering banget melihat presentasi yang pembawaannya sangat buruk. Slide seperti koran, tulisan melulu, dan pembicara membaca terus-menerus materinya di depan. Poin yang sudah tertera jelas di layar dia baca tanpa memberikan penjelasan. Sesekali dia berbalik menatap audiens, tetapi tidak jelas siapa yang dia tatap. Jelas sekali kalau dia tidak menguasai benar materi yang dia bawakan. Elu mau seperti itu?
Beda kalau elu menguasai materi. Kalau elu menguasai materi yang elu bawakan, elu akan otomatis pede lalu presentasi akan lancar. Dan walaupun tidak tau 4 poin di atas sebelum ini, kalau elu menguasai materi dengan benar-benar, melihat materi terus-terusan dan presentasi yang membosankan kemungkinan tidak akan terjadi.


Ya segitu dulu saja deh. Untuk selanjutnya, gue akan menjelaskan bahasa tubuh apa yang semestinya jangan dan harus digunakan saat presentasi. Untuk sementara lakukan itu saja dulu, dijamin elu bisa melakukan presentasi dengan menarik. Hal yang sangat penting adalah kuasai materi, slide jangan berisi banyak tulisan dan jangan hanya membaca apa yang terpapar di slide lu. Ya logikanya, kalau elu hanya membaca apa yang tertulis di slide elu, buat apa maju dan ngomong untuk presentasi? Biar saja mereka yang membaca. Haha.

Oke, selamat mencoba itu semua, para mahasiswa! :D

Friday, September 13, 2013

Kekuatan Bercerita



Belakangan ini gue lagi menyukai seni bercerita atau story telling. Kenapa? Karena semua orang suka mendengar suatu cerita yang bagus.

Pernah nggak lu mengalami situasi di mana seseorang bercerita, entah itu teman lu, dosen, orang tua, atau orang asing, yang ceritanya membuat lu fokus ke si pencerita dan penasaran akan kelanjutannya? Si pencerita membuat lu ikut membayangkan pengalaman apa yang si pencerita ceritakan dan elu merasa mengalami situasi apapun yang si pencerita itu ucapkan.

Elu asik mendengarkan dia. Lu bukan hanya mendengarkan, tetapi juga menyimak apa yang dia ucapkan. Dan ketika cerita berakhir, lu ingin dia menceritakan hal lain.

Itu lah kehebatan dari story telling yang dibawakan dengan baik dan tepat!

Sebuah cerita memiliki efek yang luar biasa terhadap orang yang mendengarkannya. Kita selalu mudah terpengaruh oleh sebuah cerita, baik melalui novel, film, bahkan lagu.

Kita “belajar” dari cerita.

Kita ikut tersedot masuk ketika mendengarkan sebuah cerita yang dibawakan dengan tepat. Beberapa orang mungkin bilang seperti terhipnotis. Itu mungkin alasannya kenapa sering kali saat kita memanggil teman yang sedang membaca buku, mereka seakan-akan tidak mendengarkan kita sama sekali. Ya, karena mereka sedang terhipnotis oleh cerita itu.

Sama seperti saat lu mendengarkan sebuah cerita bagus dari teman lu, perasaan nggak sabar akan endingnya mengganggu pikiran lo. Ketika ada gangguan seperti dia sedang ditelfon, lu menghembuskan nafas sedikit kecewa dan tidak sabar mendengarkan dia bercerita lagi.

Betapa dahsyat efek dari bercerita! :D

Itu juga nilai plus buat lu para cowok di mata cewek. Cerita lu nggak mesti bagus, cukup cerita sederhana, dan itu saja sudah membuat lo berada di atas para cowok lainnya yang pernah dia temui.

Kenapa? Karena saat lu bercerita dengan bagus, dia merasakan mood dan interest  yang terbawa naik turun. Bahkan ikut secara aktif membayangkan kejadian yang lu ceritakan. Pengalaman yang diceritakan dengan baik memberikan emosi yang timbul tenggelam, emosi yang membuat dia menginginkan lu untuk terus bercerita. Dan perempuan adalah makhluk yang sensitif soal tersentuh dan penasaran, bila kita membicarakan emosi.

Lewat cerita, lu bisa menceritakan diri lu dengan cara yang nggak biasa. Lu bisa mengungkapkan hobi, kepribadian, dan lain-lain dengan cara yang tidak membosankan.

Oke, gue bakal berbagi sedikit cara dan tekhnik story telling yang telah gue pelajari. Berikut sedikit hal yang mesti lu perhatikan ketika lu bercerita.


1. Eye Contact.
Sebuah cerita yang menarik pasti melibatkan kontak mata di dalamnya. Nggak mungkin lu bisa bercerita dengan baik kalau lu nggak menatap mata orang/orang-orang yang lu ajak bercerita. Kenapa? Karena mata adalah jendela jiwa. Mata bisa saja bercerita lebih baik daripada mulut. Karena lu juga mengirimkan emosi dan perasaan lu ketika bercerita lewat mata. Selain itu, tanpa kontak mata, lu juga menunjukkan kalau elu agak minder dan tertutup.


2. Spesifik
Kalau bercerita sebaiknya nggak tanggung-tanggung. Jelaskan secara spesifik, entah itu situasi saat itu, orang yang sedang lu ceritakan, apa yang lu lakukan saat itu. Spesifik. Dan kalau bisa ditambah dengan kata-kata yang tidak biasa seperti: menaklukan, mengembara, petualangan, memperhatikan, dll. Dan bisa juga ditambah bumbu puitis. Jangan takut dibilang norak. Justru kenorakan lu itu yang sedang dia simak dengan asik. :D


3. Gesture dan mimik
Dalam bercerita, lu nggak bisa diam saja atau melipat tangan atau menopang dagu dan hanya menggerakan bibir saja. Lambaian tangan, gerakan kaki, goyangan badan, anggukan kepala, dan ekspresi yang beragam SANGAT MEMBANTU membuat lu semakin disimak. Apa pernah lu mendengarkan orang yang jago bercerita, namun dia hanya diam dan ngomong aja? Nggak kan? Tentu mereka aktif menggerakan anggota badan dan menggunakan mimik muka yang ekspresif dan membuat ceritanya semakin seru.


4. Jeda, efek suara, dan umpatan
Ini semua adalah bumbu-bumbu penyedap yang membuat cerita lu terdengar semakin nyata di pikiran mereka. Efek yang ditimbulkan akan semakin kuat jika elu menambahkan bumbu-bumbu ini.


Gue kasih contoh saja sekarang. Seorang cewek bertanya ke elu “kok lu memar?” dan elu menjelaskan kalau lu baru saja kecelakaan.

Lu bisa saja bilang “kemarin gue kecelakaan di Kalimalang. Diserempet motor. Untung aja gue nggak kenapa-kenapa.”

Atau “Jadi kemarin gue mau ke kampus sekitar jam 2 siang. Dan lu tau dong pasti, jam 2 siang itu... beuh! Cuacanya panas banget! Sebenernya agak males juga sih panas-panasan, soalnya kelenjar keringat di kulit gue lagi malas mengeluarkan keringat berlebih, tapi ya gimana lagi, absen gue udah mentok. Maklum lah anak bandel. Haha. Setelah siap, gue langsung keluar pakai motor gue. Untung aja bensin udah full, jadi gue nggak perlu lama-lama isi bensin lagi. Gila aja, antrian jam segitu kan biasanya panjang, dan gue udah telat pula. Gue kendarain motor gue dengan sedikit ngebut di jalan raya. Dan banyak yang ngebut juga, ya karena sepi. Tiba-tiba... DUAR! Ada motor matik berwarna merah nabrak ban belakang gue dan gue langsung jatoh. Motor yang nyerempet gue nggak kenapa-kenapa, kampretnya lagi, dia langsung kabur. Bangke emang! Untungnya aja, pas motor udah agak oleng, gue langsung lompat dari motor, jadi gue nggak keseret. Dan blablablablablabla”

Coba, mana yang lebih seru?

Sebenarnya setiap orang sudah jago dalam bercerita, namun ada saja hal-hal yang membuat orang itu tidak bisa bercerita ke semua orang (jadi hanya ke beberapa orang saja). Entah karena dia menyukai orang yang diajak bicara, atau karena faktor-faktor internal lainnya. Entah, namun gue sendiri banyak menemukan orang yang saat bercerita terdengar sangat menarik, dan juga ada yang malah terasa kurang, dan gue adalah salah satunya. Tapi gue belajar untuk bisa bercerita dengan baik, dan hasilnya sekarang lumayan bagus.

Kalau gue sendiri yang tidak bisa dan malas bercerita jadi suka bercerita, kenapa elu nggak? :)

Tuesday, April 9, 2013

Fitness

"Gue termasuk orang yang susah gemuk." Pernyataan itu sudah sering gue utarakan di sini. Karena memang gue sangat susah untuk gemuk. Entah karena gue termasuk orang bertulang kecil, atau karena kerja metabolisme gue yang terlalu cepat, atau faktor lainnya. Yang jelas usaha gue untuk menggemukan badan dengan cara makan banyak berakhir dengan kegagalan.

Dulu gue sempat mencoba mengkonsumsi obat gemuk yang ditawarkan teman gue Ronggo yang kebetulan ingin menggemukan badan juga. Obatnya berupa pil sebesar 1 ruas jari kelingking. Dan diminumnya harus 2 butir sekaligus tiap malam. Gue bersyukur masih bisa hidup saat ini dan tidak mati tersedak saat itu. Obatnya menyebabkan nafsu makan bertambah. Gue yang biasa makan banyak dalam sehari, menjadi makan banyak BANGET dalam sehari. Nggak ada yang namanya rasa kenyang. Gue masih bisa makan secara membabi buta walaupun susah makan 3 piring. Restoran-retoran buffet pada saat itu nggak mau menerima gue. Hanamasa saja sampai membuat papan khusus yang bertuliskan "Peliharaan dan Omar dilarang masuk!" Hmm... oke, lebay.

Lanjut! Setelah 2 minggu pemakaian, obatnya sukses sedikit membuat gue gemuk. Gue bilang sedikit karena yang gemuk cuman bagian pipi. Dan begitu terus sampai gue mengkonsumsi obat gemuk itu selama sebulan. Hasilnya gue jadi seperti Sinchan/Glenn Quagmire yang hanya punya timbunan daging berlebih di kepala tapi di bagian lainnya kurus.


Giggity goo!


Setelah gue berhenti mengkonsumsi obatnya, kemudian gue kembali kurus. 

Lalu gue teringat perkataan teman gue belum lama ini--kira-kira 2 tahun yang lalu, dia bilang: "Kita ini termasuk orang yang nggak bisa gendut. Jadi kalau mau nambah masa badan, bukan pake lemak, tapi otot." Tetapi masalahnya, otot gue juga malas tumbuh. Sudah 2 tahun gue ikut parkour, tetapi otot yang berkembang cuman paha dan perut. Yang perut juga termasuk otot ninja, bisa hilang kapan saja. Gue sempat merasakan punya perut dengan 6 kotakan, tetapi hilang ditelan takdir.

Gue masih ingat, berbulan-bulan lalu masalah ini pernah gue obrolkan dengan teman gue yang bernama Nanda saat kami berkencan. Dan memang, untuk meminta saran, kadang teman cewek lebih membantu ketimbang teman cowok.

Gue: Man, gue mau nambah otot nih. Olahraga apa ya yang bagus?
Temen cowok: Coli, man, biar tangan gede!
Gue: ...

Jadi, saat itu Nanda menyarankan untuk ikut fitness. Gue bilang kalau gue nggak mau badan yang besar-besar amat, cukup kelihatan nggak kurus saja. Lalu dia dengan antusias menunjukan foto Rain di film Ninja Assassin dan foto cowok berotot lainnya lewat HP-nya. Entah buat apa dia menyimpan foto itu, dia nggak mau menjawab, tetapi dia bilang kebanyakan cewek suka cowok dengan badan yang seksi, nggak perlu bidang-bidang amat, yang penting dada nggak rata. Well, nggak beda sama cowok kalau begitu. Haha.

Akhirnya, setelah disarankan untuk mendatangi pusat kebugaran oleh dia, gue langsung daftar di tempat fitness terdekat... 5 bulan kemudian. Ya walaupun gue sudah sering banget disarankan untuk mendatangi tempat fitness oleh banyak orang karena badan gue memang kurus, tapi gue selalu malas, karena gue berpikir otot hasil nge-gym itu adalah yang kayak Ade Rai yang di mana menurut gue itu malah menjijikan. Tetapi si Nanda menjelaskan juga lewat gambar-gambarnya-yang-entah-buat-apa kalau otot fitness itu juga bisa seperti yang gue mau dan akhirnya berhasil membuat gue tertarik untuk ikutan. Dan dengan mengikuti fitness juga bisa membuat gue termotivasi untuk olahraga, karena gue sudah bayar. Rugi lah kalau sudah bayar sebulan tetapi tidak dimanfaatkan fasilitasnya. Beda dengan parkour yang gratis. Karena gratis, gue berpikir tidak ada ruginya kalau tidak dilakukan.

Sekarang sudah hari ketiga gue ikut latihan di pusat kebugaran. Dan, ya, gue merasakan perbedaannya. Gue merasa badan gue lebih berisi sedikit. 

Ha? Kenapa?

Gue nggak mau bilang sih kalau gue akan benar-benar niat untuk membentuk badan, ya karena apapun yang gue niatkan di sini malah terjadi sebaliknya (seperti waktu gue berniat untuk meninggalkan kehidupan glossy, yang terjadi malah gagal). Tapi ya gue emang berharap banget untuk bisa membentuk badan jadi bagus. Jadi, doakan saja supaya halangannya nggak banyak-banyak amat, terutama halangan dari tempat tidur gue yang seakan-akan punya magnit yang menarik punggung gue.

Thursday, February 9, 2012

Memebase VS 9GAG

 Anda sedang tidak bercermin.

Belakangan ini di Indonesia semakin banyak internet troll yang merajalela di dunia maya. Itu karena ada sebuah situs bernama 9GAG yang belakangan ini populer di antara pengguna internet Indonesia.

9GAG adalah situs yang mulai terkenal pada pertengahan tahun 2011, dan ini mulai terkenalnya lewat situs jejaringan sosial Facebook. Gue sendiri nggak tau banyak tentang 9GAG, tapi di fanpage-nya 9GAG, mereka dibuat pada tahun 2008. Lalu, kenapa bisa ada selang 3 tahun untuk mulai terkenal? Itu mungkin karena satu hal: mereka bohong tentang informasi dibuatnya 9GAG, atau mereka baru terkenal di Indonesia dan negara lain karena seseorang menyebarkannya lewat situs nomer 1 di dunia di tahun 2011 dan pada tahun sebelumnya nggak begitu tenar. (eh, itu 'dua hal', ya?)

Kalau melihat apa yang di-share orang-orang tentang 9GAG, situs itu memberikan banyak hal-hal lucu yang diwakili oleh meme yang juga lucu. Biasanya meme yang orang sering bagikan di facebook adalah meme "Y U NO?!", "U mad, bro?", atau meme troll lainnya. Dan orang yang membagikan link tersebut dengan bangga menjuluki dirinya 9GAG reader. Bagi mereka, mungkin itu suatu kebanggaan untuk menjadi internet troll. Tapi, agak ironis, kebanyakan troll muda itu gue yakin cuma tau situs 9GAG dan nggak tau situs troll sejati, yaitu memebase.com.

Memebase itu dibuatnya pada tahun 2010, yang artinya masih lebih tua 9GAG 2 tahun (senggaknya itu yang dikatakan oleh fanpage-nya). Ya walaupun memebase itu lebih muda 2 tahun, tetapi SEMUA meme yang ada di 9GAG atau yang terkenal di dunia saat ini berasal dari memebase. Gue ulang, SEMUA. Rage faces (seperti: Trollface, Rageguy, Cereal Guy, Okay Guy, Y U NO guy, Me Gusta Guy, Derp, Derpina, dll), Goodguy Greg, Scumbag Steve, Hypnotoad, dan semua meme yang lu tau, semua berasal dari memebase (atau mulai terkenal dari sana, soalnya dulu banyak orang sebelum post ke memebase, mereka post ke 4chan dulu).

Lalu, kalau memebase yang merupakan sumber semua meme itu dibuat tahun 2010, bagaimana 9GAG yang--bisa dibilang--meniru meme dari memebase berjalan selama tahun 2008-2010? Apa sumber lelucon mereka, kalau para meme yang saat ini merupakan andalan mereka belum dibuat sampai 2010? Ya, balik lagi ke "dua hal" yang gue bilang tadi. Atau, mereka hanya mem-post gambar-gambar, karena nggak semua yang ada di 9GAG itu berbentuk trolling, tapi jika ada yang berbentuk trolling, percaya sama gue, bahan leluconnya sama kayak memebase. Dan itu jelas beda dengan memebase. Memebase adalah tempat yang cocok untuk orang yang mencari bahan tertawaan.

Aslinya, memebase itu bisa dibilang lebih tua daripada 9GAG, karena memebase.com itu cuma salah satu cabang dari Cheezburger.com, dan cheezburger.com itu dibuat pada tahun 2007. Cheezburger.com sendiri punya 50+ anak situs yang didominasi oleh tempat untuk mendapatkan tawa.


Gue dari pertengahan pertengahan 2010 udah terjun ke dunia trolling (cielah terjun) sampai sekarang. Dan rumah gue untuk ngerasain bagaimana indahnya nge-troll itu ada di Cheezburger. Sebenernya, nggak semua situs yang ada di cheezburger gue ikuti. Gue hanya baca beberapa situsnya aja.

Gue mampir ke theartoftrolling.com (khusus untuk hasil trolling di Yahoo Answer, Omegle, Chatroullette, atau dunia nyata) untuk referensi nge-troll gue. Dari sini, gue sering dapet ilham untuk nge-troll bahkan di  saat yang serius. Pernah waktu gue UAS, dan ada salah satu jawaban yang nggak bisa gue jawab. Saking mentoknya, gue tulis "Saya menjawab soal ini dengan tinta yang tidak terlihat" (dan ini menjadi legenda kampus untuk angkatan di atas gue, angkatan gue, dan di bawah gue), dan masih banyak lagi beberapa tingkah usil gue yang gue lakukan di dunia nyata maupun maya yang terinspirasi dari situs ini.

Dan gue juga mampir ke comixed.com (khusus untuk komik) untuk membaca komik-komik strip yang terdiri dari meme/bukan meme. Di sini komiknya seringkali membahas tentang situasi yang lagi hot di dunia. Contohnya waktu Osama Bin Laden tewas, komik-komiknya membahas tentang Osama. Atau waktu Rebecca Black mulai hot diomongin, komik-komiknya membahas tentang Rebecca Black. Dan semua itu dikemas dalam bentuk humor yang bisa ngebuat lu ketawa, tapi beberapa ada yang garing walaupun jarang yang begini. Dan salah satu komik gue di blog ini pernah masuk di situs ini.

Dan dari situ semua, tentu saja ada memebase.com (khusus untuk meme yang udah ada atau pun buat meme baru) untuk ngebaca cerita yang diwakili perannya sama meme. Gue masih inget waktu pertama kali meme Goodguy Greg keluar, dan awal beberapa meme lainnya. Di sini lah mereka semua berasal. Dan misalnya ada yang meme yang belum lu mengerti, lu bisa kunjungi knowyourmeme.com yang merupakan cabang dari Cheezburger juga. Knowyourmeme itu adalah penjelasan tentang semua meme yang ada di situs trolling. Jadi bisa dibilang kalau ini adalah ensiklopedianya.

Sebenernya, gue nggak mempermasalahkan 9GAG yang seenaknya ngambil bahan dari memebase, toh itu juga bukan situs punya gue, dan lagi semua gambar yang ada di kedua situs tadi itu adalah masukan dari orang lain. Tapi, agak ironis aja para troll muda itu lebih kenal 9GAG daripada memebase yang merupakan ibu dari meme. Dan sampai ada yang bilang dirinya troll tapi dia sendiri nggak pernah tau apa itu kesenian dari trolling. Yaaa, tapi selama kita semua bisa nge-troll dan ketawa puas, semuanya sah-sah aja sih. Lagipula, semua troll itu bersaudara. Problem? :p

Saturday, May 14, 2011

Kenali "di-" dan "di"

Heyo!!!
Sekarang gue mau nulis tentang... ... ... nah, barusan gue lupa lagi apa yang mau gue tulis. Maklum lah, penyakit blogger keren. Waktu ada di mana-mana, inget apa yang mau ditulis. Tapi begitu udah di depan komputer, lupa lagi apa yang mau ditulis.
Okelah, daripada lu semua jadi muntah karena kenarsis-najisan gue, mending sekarang gue bagi-bagi ilmu.

Yak, ilmu. Barusan gue sadar kalo selama beberapa tahun ngeblog, gue belom pernah ngebagiin ilmu yang bener-bener berguna. Jadi, sekarang gue mau bagiin ilmu yang berguna buat elu.
Ilmu yang gue bagiin sekarang bukan ilmu tentang cinta-cintaan lagi. Sekarang gue mau ngasih ilmu gimana cara menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar. Yaa, berhubung gue sendiri nggak begitu ahli, kita bahas yang remeh-remeh aja. Bahas tentang pemakaian "di" dan "di-".

Orang Indonesia sekarang kayaknya udah mulai nggak acuh sama bahasanya sendiri. Bahkan saking nggak acuhnya, banyak kata yang arti aslinya jadi menyimpang. Kita ambil contoh yang deket, yaitu kata "acuh" tadi. Acuh sebenernya artinya peduli atau mengindahkan, tapi banyak yang nganggap kalo acuh itu artinya nggak peduli. Dan masih banyak lagi kata berbahasa Indonesia yang artinya jadi ngaco. Selain arti dari kata berbahasa Indonesia yang jadi ngaco, penulisan bahasa Indonesia juga jadi miring. Pernah liat tulisan "Di Jual Rumah Tanpa Perantara" waktu lagi di jalan? Atau, waktu kalian lagi mau ketemuan sama temen, pacar, atau gebetan, si doi kirim SMS "Lu ada dimana?" atau "lw ad4 d1m4nA?" (kalo misalnya pacarnya anak 9awUL)? Yak, semua contoh tadi itu adalah kalimat yang memakai kata "di"/"di-" secara salah.

(Baca: Kenapa emangnya?)

Ya karena emang salah.

Krik... krik... krik.

Oke, pernyataan gue emang nggak ngejawab pertanyaan tadi. Kenapa salah? Karena, seharusnya itu "dijual" dan "di mana". Masih bingung mana perbedaannya? Coba cek kalimat di atas.

Jadi, "di" itu punya 2 fungsi di dalam penulisan bahasa Indonesia, yaitu sebagai awalan dan kata depan. "di-" yang berfungsi sebagai awalan penulisannya digabung dengan kata kerja, dan "di" yang berfungsi sebagai kata depan dipisah dengan keterangan tempat. Simpelnya begini.

1. "di-" yang berfungsi sebagai awalan
Penulisannya digabung dengan kata kerja. Contoh: dijambak, disayangi, dijambak lagi, diludahin sampe mati.

2. "di" yang berfungsi sebagai kata depan
Penulisannya dipisah dengan keterangan tempat. Contoh: di Ambon, di surga, di mana-mana, di antara.

Kesimpulannya, kalo disambung itu nunjukin kata kerja pasif, kalo dipisah itu nunjukin lokasi.

Tapi sayangnya banyak orang yang salah tentang ini. Banyak yang bilang "Ini mah pelajaran SD", dll, tapi dia sendiri salah. Yaa gue rasa kebiasaan nulis salah yang udah berlangsung bertahun-tahun emang susah diubah. Apalagi kalo orang itu udah terlanjur nyaman ada di zona itu. Itu bakal susah banget untuk diubah. Dan gue rasa orang Indonesia banyak yang udah nyaman sama zona salah itu. Berhubung gue nggak sempet fotoin, gue ambil aja contoh dari google.


 Dimana itu digimanain maksudnya?



Di Jual? Ada yang tau Jual itu daerah mana?

Kalo elu termasuk orang yang masih sering keliru, jangan minder dulu. Bukan kalian aja yang masih sering salah, beberapa blogger yang terkenal di kalangan remaja dan bahkan orang-orang media pun juga sering salah. Gue sering ngeliat di koran, dan TV judul-judul yang pemakaian "di-" dan "di" masih ada aja yang salah.

Yaa, kayak yang gue bilang, mengubah kebiasaan itu susah. Dan mengubah kebiasaan penulisan yang salah juga sama kayak mengubah kebiasaan buruk lain. Merokok, misalnya. Pertama-tama, harus ada kesadaran dari perokok kalo merokok itu salah. Kalo nggak, percuma aja. Kedua, sadar akan manfaat dari kebiasaan yang bener itu. Kalo kita berprinsip, "Alah, nggak ngaruh lah. Orang lain juga ngerti (atau orang lain juga ngerokok--dalam kasus merokok)," dalam beberapa hari, gaya penulisan kita bakal balik ke yang salah.
Gue juga dulu juga salah. Itu bisa diliat di postingan-postingan lama gue. Tapi akhirnya dulu gue tersadar sendiri tentang ini, dan akhirnya gue terapin di setiap postingan-postingan gue setahun lebih belakangan ini.
Oh iya, itu juga berlaku untuk kata "ke". Contohnya: ke mana, ke Tanah Kusir (itu nunjukkin kata tempat), atau keinjek, kecekek. Dan misalnya kata kerjanya itu adalah bahasa asing, setelah "di" ada tanda strip yang kemudian diikuti kata kerja dalam bahasa asing tadi. Contohnya: di-download, di-close.

Ini rumus yang gue ciptain secara dadakan:

Untuk kata tempat
Di/Ke + Spasi + Kata tempat = Bener

Untuk kata kerja

Di/Ke + Kata kerja = Bener


Oke deh, mungkin untuk sementara segini dulu. Mungkin ilmu yang gue bagi sekarang bisa ngebantu.
Postingan ini jelas nggak ada unsur lucunya yang bisa ngebuat lu senyum atau ketawa. Tapi percaya deh, kalo lu udah tau hal ini, lu bakal senyum bahkan ketawa sendiri begitu ngeliat ada pemakaian "di-" dan "di" yang sering salah dipake sama orang (gue aja masih senyum-senyum sendiri begitu liat ada spanduk yang bertuliskan "Di Jual..." di jalan-jalan. Gue mikir, "Jual itu daerah mana coba?").

Pemakaian "di-" dan "di" yang salah juga bisa ngebingungin. Contoh situasinya begini:

Mafia: *chatting di MSN* Bos, kayaknya ada cabang organisasi kita yang diserang. (maksudnya di Serang)
Bos Mafia: Hah?! Siapa yang menyerang?
Mafia: (bingung) Nyerang apaan?
Bos Mafia: (bingung juga) Tadi kamu bilang diserang!

Situasi yang bikin bingung kan? Kenapa juga mafia laporan lewat chatting di MSN? Eh, maksud gue kalo pemakaian "di-" atau "di"-nya salah, bisa-bisa kayak di atas tadi. 
Dan sekarang gue jadi bingung juga, perasaan tadi gue udah nutup postingan kali ini. Kenapa masih gue lanjutin? Ya apa pun lah! 
Sekarang bener-bener abis lho. Ciao!

Wednesday, March 30, 2011

7 Keajaiban Tentang Orang Bego Pengelola Blog Ini. Nah Loh Panjang Amat Judulnya!

Belakangan ini di situs twitter orang-orang pada seru ngebeberin hal-hal tentang dirinya masing-masing dengan hashtag #100factsaboutme.

Gue sempet mikir "100? Haha, nggak mungkin lah ada orang yang punya waktu luang sebanyak itu." Tapi ternyata ada, saudara-saudara. ADAAAA!

Jujur gue nggak begitu tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan mengisi 100 hal tentang diri gue tadi. Makanya, waktu di situs itu, gue cuma isi, "#1. Gue agak males. #2-100. Oke, gue emang males." Nggak makan waktu lama, dan itu udah ngewakilin gue.

Dan sekarang, niatnya gue mau nulis hal serupa. Tapi tenang, nggak sampe 100. Siapa pula yang bakal tertarik untuk ngebaca 100 hal tentang gue. Bukan karena hidup gue nggak menarik sehingga nggak ada yang bisa gue bagiin. Ini cuma masalah konsentrasi dan minat pembaca. Belom lagi waktu yang harus gue abisin buat nulisnya. Jadi, gue batasin 7 aja, supaya kesannya sama kayak 7 keajaiban dunia.

1. Gue orangnya agak pemalas
Oke, anggap aja kalian nggak baca kata "agak". Gue emang pemalas. Pernah di suatu Minggu gue disuruh sama nyokap untuk bersihin kamar, dan sampe hari Rabu pun baju-baju, celana dalam, buku-buku yang tergeletak di lantai belom gue beresin. Sampe akhirnya kamar gue yang berantakan itu dibersihin sama nyokap gue. Dan dalam 2 jam kurang udah tertata berantakan seperti semula. Dan alasan yang gue kasih ke nyokap adalah, "Kata dosen di kampus, berantakan itu ciri orang kreatif."
Itu cuma salah satu kemalasan gue. Masih banyak lagi yang belom gue jabarin. Tapi jangan salah, gue males juga tau situasi. Jadi gue malesnya untuk hal-hal yang wajar untuk dimalesin. :D

2. Gue punya bakat untuk nggak serius di saat yang serius...
... bahkan mungkin yang menyangkut hidup dan mati gue. Otak gue mungkin didesain untuk selalu bercanda apapun itu keadaannya. Salah satu contohnya, gue sering banget masukin candaan ke bahan presentasi gue. Kayak semester kemaren misalnya. Tugas akhir gue, gue masukin gambar Miyabi di salah satu slide-nya. Jadi gue ceritanya jadi calon brand manager suatu brand. Dan waktu itu gue pilih Indomie. Singkat cerita, di salah satu slide yang ngebahas tentang ide-ide gue, gue pasang gambar bungkus Indomie yang gambarnya Miyabi lagi makan mie. Gue jelasin apa isi aslinya, tapi kelas terlalu berisik sama tawa yang membludak. Bahkan dosennya pun ngakak. Tapi untungnya gue dapet A.
Untung aja belom pernah ada kasus yang bener-bener serius dan gue malah bercanda.

Perampok: *nodong pake pistol* Jangan teriak. Tengok ke arah 45 derajat. Jalan ke orang berjaket biru yang ada di sana pelan-pelan.
Gue: Euh... 45 derajat ke kiri atau ke kanan?
Perampok: Duh! Ke kanan, bego!
Gue: I-iya... tunggu, kanan gue atau kanan elu?
--JEDOOR!--

3. Gue ikut kegiatan parkour
Udah dari akhir Oktober 2010, gue mulai gabung sama komunitas parkour Bekasi (Backpack/Bekasi parkour). Semenjak gue ikut latihan bareng Backpack gue dapet banyak hal. Mulai dari badan yang udah ngebentuk six-pack tapi tangan masih kayak lidi, sampe beberapa pelajaran, kayak:
- Parkour itu bukan olahraga ekstrim yang lompat-lompat gedung. Parkour itu adalah seni pergerakan tubuh, yang bisa dipakai untuk berpindah dari titik A ke B secara efisien.
- Kalo mau pamer, seenggaknya nunggu jago dulu. Jangan sampe jatoh di keramaian dengan tidak indah dan malu kayak seorang temen gue.

4. Gue jadi orang yang hampir selalu berpikir positif semenjak nonton film The Secret betahun-tahun lalu
Waktu lagi libuan kelulusan kelas 3 SMA dulu, gue sempet ditawarin sama temen gue yang namanya Rifky film yang katanya tentang kehebatan otak manusia. Dia nawarinnya kayak nawarin bisnis MLM "Ini film tentang kehebatan otak manusia, Mar. Nyata. Jadi lu bisa dapetin apa aja sesuai apa yang lu mau. Makanya nanti nonton aja. Setelah nonton, nanti lu bisa tawarin ke orang lain dan orang itu jadi downline lu. Setelah punya beberapa downline, lu bakal naik ke bintang 5 dan akan mendapatkan penghasilan langsung sebesar 3 juta/bulan. Jadi, tertarik?"
Tentu aja dia nggak nawarin kayak gitu. Singkat cerita, gue akhirnya nonton dan semenjak saat itu gue selalu berpikir positif. Hasilnya? Tentu bagus buat gue. Gue hampir nggak pernah stres dan depresi. Karena gue ngeliat sisi positif dari hal yang ngebuat gue stres dan depresi itu. Contoh imajinernya: Waktu gue kecelakaan dan kaki gue diamputasi dua-duanya, mungkin gue bakal mikir, "Yaa, paling nggak gue nggak perlu repot beli sepatu."
Tapi mudah-mudahan jangan, Amit-amit jabang bayi.

5. Minggu-minggu belakangan ini gue dilatih untuk jadi orang yang luwes di depan cewek asing
Jadi ceritanya temen gue ada yang ikut suatu pelatihan untuk menjadi pria luwes gitu. Sebelumnya, gue dan abang gue sempet sepakat bahwa temen gue yang ikut pelatihan itu bener-bener menyedihkan. Karena untuk bisa deket sama cewek aja sampe perlu dipelajarin. Tapi ternyata eh ternyata ada taktik dan strategi yang perlu dipelajarin dan diterapkan ke kehidupan. Yak, gue salah. Bahkan karena salah, postingan gue sebelum-sebelumnya gue hapus.
Jadi, singkat cerita, temen gue itu ngasih kuliah ke gue. Dia ngasih tau gimana dia baru kenal sama cewek di suatu malam, tapi si cewek udah akrab ke dia, bahkan temen gue itu dibayarin makan, dan dianterin pulang naik mobilnya tuh cewek. Gimana dia jadi orang yang dikenal sama cewek satu kampus, dll. Dan akhirnya dia ngasih tau gimana seorang cowok itu harus dominan tapi nggak mendominasi, gimana cowok itu nggak boleh klemar-klemer/plin-plan, dan apa yang harus dan nggak harus gue lakuin ke para cewek agar gue jadi pihak yang dikejar oleh cewek bukan yang mengejar. Dan ternyata, sebagian besar yang temen gue saranin ke gue itu udah ada di gue dari dulu, cuma jarang gue terapin. Tapi semenjak saat itu, gue terapin apa aja yang udah ada di gue itu di hari-hari gue.
Dan hasilnya? Gue jadi nggak begitu grogi untuk menyapa cewek asing, dan 2 minggu terakhir jadwal hari gue hampir nggak ada yang kosong. :D
Ada satu hal yang gue harus kasih tau ke pembaca cowok, kalo mau kenalan sama cewek asing, jangan pake kalimat perkenalan di awal, dan jangan jadi kayak petugas sensus (tinggal di mana? Sama siapa? Merk sepatu apa?). Ajak ngobrol biasa aja, dan kalo bisa jangan tunjukin kesan baik aja. Tunjukin semua kesan yang ada di elu (baik, rese, jahil) dan jangan senyum melulu, pasang tampang heran, dll. Dan begitu udah mau selesai, baru deh bilang "Eh iya, nama gue Udin."

6. Gue orang yang nggak gaul
Nggak usah ditanya apa maksudnya. Gue emang bukan anak gaul.

7. Serius, gue bukan anak gaul!



Tuh kan, untuk nyebarin 7 poin aja gue yakin elu semua pada bosen. Gimana kalo 100? Yaa, makanya kalian harus berterimakasih sama gue karena gue nggak nulis sampe 100.
Dan sekarang, postingan ini gue tutup aja deh. Ada sesuatu yang harus gue kerjain, kayak bengong, misalnya.
Ciao!

Sunday, August 8, 2010

Tips: Cara Kenalan Standar

"Hai, Neng. Senyumnya manis deh." "Makasih, senyumlu najong deh."



Pertama-tama, postingan ini ditujukan ke cowok-cowok yang mungkin putus harapan sama urusan jodoh, dan mungkin sebelumnya pernah kepikiran untuk pergi ke dukun untuk melet cewek untuk jadi pacarnya.
Saran gue: Jangan! Baca dulu postingan gue ini. Hehe.

Dan buat para cewek yang baca, hmmmm, terserah deh mau baca atau nggak. :p


Oke, gue bikin postingan kayak gini karena gue mau ngebantu para cowok non-agresif yang nasibnya sama kayak gue (bedanya mereka belom tau tips ini). Selain itu juga karena gue sempet baca salah satu thread kaskus yang ngasih tips gimana cara kenalan sama cewek asing yang belom kita kenal. Setelah gue baca tips di thread itu, gue sempet senyum-senyum sendiri, bukan karena lucu atau apalah, tapi karena tips yang ada di situ persis kayak cara gue.

(Baca: Ah, yang bener, Mar?)

Bener dah, sumpah. Semua tips kenalan itu sama kayak pikiran gue. Dan itu terbukti berhasil.
Dan gue bilang kayak gitu, bukan karena gue tipe playboy atau cowok yang luwes di depan cewek ya. Gue sendiri selama 19 tahun hidup gue ini belom pernah ngerasain yang namanya pacaran. Bukan karena gue homo atau payah atau homo yang payah. Menurut gue, wajar aja kalo kita belom nemuin orang yang cocok untuk jadi pasangan kita.

(Baca: Tapi 'kan cuma untuk pacar, Mar. Bukan untuk nikah. Nggak perlu serius-serius lah.)

Kata-kata kayak gitu udah sering banget dilontarin sama orang di sekitar gue, tapi gue punya pandangan beda dari mereka. Bagi gue yang namanya pacaran itu harus serius, karena hubungan yang dijalin itu bukan maen-maen. Supaya ujungnya nggak buang-buang waktu dan duit. Dan gue nggak mau cuma buang-buang waktu dan duit. Terserah dah lu pada mau bilang gue pecundang atau katrok. Toh gue tetep keren dan makannya masih make tangan (yeah! Nggak nyambung jaya)

Oke, balik lagi ke masalah tips.
Selama ini gue punya cara yang lumayan jitu buat kenalan sama cewek yang asing atau apalah. Jadi, misalnya lu itu cowok yang agak susah mau ngomong kalo ketemu cewek di luar (mall, jalanan, atau kuburan) baca tulisan ini.

Sip. Ayo mulai!!

Pertama-tama, elu (cowok) kalo mau kenalan sama cewek yang nggak lu kenal, apa yang lu lakuin?

1. Samperin dia dan ngomong "Sendirian aja, Neng?"
2. Samperin dia dan ngomong "Hai, boleh kenalan?"
3. Samperin dia dan ngomong "Sendirian aja, Neng? Hai, boleh kenalan?"
4. Samperin dia dan ngomong "Siapa ya?"


Kalo cara lu ada di salah satu pilihan di atas, selamat, Anda salah. Apalagi kalo yang nomer 4. Itu bukan salah, tapi bego.

Kenapa? Soalnya para cewek bakalan nggak nyaman sama pertanyaan itu. Mereka mungkin udah sering denger pertanyaan basa-basi begitu, jadi mereka nggak tertarik, karena itu ngebosenin. Udah terlalu sering. Selain itu, tindakan kayak gitu juga nunjukkin banget kalo lu emang tertarik sama dia. Dan itu ngebuat elu sebagai cowok, langsung ada di bawah posisinya dia. Dan para cewek merasa nggak tertantang lagi, akhirnya si doi jadi males.
Seharusnya, lu itu harus jantan, dan sembunyiin ketertarikanlu. Jadilah jaim. Dan buka percakapan make kata "Hi, apa kabar?" atau "Hi" aja udah cukup.
Itu kesalahan pertama.

Selain itu, kesalahan lainnya dari para cowok adalah, mereka langsung nyerah ketika sang cewek masang tampang asem ketika si cowok nanya pertanyaan salah kayak di atas tadi. Mereka udah keburu males waktu si cewek langsung masang muka yang kayaknya ngomong "Idih, siapa sih nih?" Pertama-tama, itu wajar aja. Walaupun mukalu itu ganteng, menarik, atau berkilau-kilau kayak si vampir di pelm-pelm, para cewek pasti bakal masang tampang kayak gitu, soalnya lu masih jadi orang asing bagi dia. Hal yang harus lu lakuin tuh terus maju aja.
Itu kesalahan kedua.

Nah, ini yang paling penting. Setelah lu udah nyapa dia, dan elu udah maju terus tanpa minder, lu harus ngobrol sama dia!
Dan kesalahan bego para cowok (seenggaknya temen-temen gue) lainnya adalah: Terus nanya-nanya kayak petugas sensus.
Biasanya para cowok bakal nanya, "Anak mana?", "Sendirian aja?", "Sekolah/Kuliah di mana?", atau "Mau ngeliat koreng gue nggak?"
Ayolah, itu bener-bener basi. Dan gue yakin tuh cewek pasti bosen abis. Misalnya si cewek itu senyum-senyum jawabnya, mungkin itu boongan padahal di dalem hati dia bilang "Ah, kampret! Nanya-nanya mulu. Semalem 'kan gue belom belajar."
Yang harus lu lakuin adalah jangan kebanyakan nanya basa-basi, tapi obrolin hal lain aja. Dan misalnya elu bukan playboy sejati atau orang yang jago ngomong, lu bisa siapin skenario dulu.

Haha, emang kedengerannya konyol dan bego ya, lu harus nyiapin segala skenario cuma buat kenalan. Tapi percaya dah, itu bakalan berhasil. Dan itu bakal ngebikin lu siap sama apa aja balesan yang lu dapet, dan elu jadi nggak mati gaya.
Dan jangan lupain kata-kata gue sebelomnya, jangan siapin skenario yang mengandung kata "Sendirian aja nih?" atau dll. Walaupun skenarionya udah bagus, tapi kalo dirusak sama pertanyaan bego kayak gitu, hasilnya bakalan nihil.
Skenario yang harus lu siapin adalah hal yang menarik buat diobrolin. Bukan menarik buat elu, tapi buat si cewek, cuma buat perkenalan aja. Jadi, jangan sekali-kali ngomongin hobi lu atau otomotif. Tentu aja si doski bakalan bete.

Nah, gue kasih tau lagi nih pengetahuan gue tentang cewek. Cewek itu suka sama topik pembicaraan yang nyerempet tentang hubungan, pacaran, cowok-cewek, atau sejenisnya. Nggak tau kenapa, tapi kayaknya sih emang begitu. Jadi, misalnya elu mau buat topik, bikinlah yang bertemakan itu.

Contoh yang pernah gue pake dulu waktu gue lagi bareng temen gue, dan temen gue nyuruh gue untuk ngajak cewek kenalan (ini urusan laki-laki, dan menyangkut harga diri soalnya (halah)):

Pertama-tama jangan lupa, "Hi, apa kabar?" dan basa-basi ringan. Waktu udah jalan dan tiba waktunya untuk ngobrol, omongin aja yang nyerempet hal tadi.


"Hmmm, sorry nih. Gue boleh nanya kan? (kalo ditambah lucu-lucuan dikit bakal lebih bagus. Paling nggak buat dia senyum) Gini nih, gue rasa cuma cewek yang tau, jadi gue butuh pendapatlu. Temen gue 'kan pernah kenalan sama cewek, dan akhirnya mereka kenalan. Hmmm, mereka sih kayaknya udah asik, udah sering SMS-an, dan telfonan, ya pokoknya udah lumayan deket lah. Tapi, akhir-akhir ini si cewek nggak mau angkat telpon lagi, bahkan SMS aja nggak dibales. Padahal temen gue nggak salah apa-apa. Nah, lu 'kan juga cewek, mungkin lu tau kenapa si cewek jadi gitu, menurut lu kenapa?"


Si cewek itu nggak bete atau sejenisnya. Justru sebaliknya, dia ngejawab dengan senang hati. Beneran. Karena dasarnya cewek suka sama pembicaraan yang berbau itu.
Nah, misalnya elu ngikutin cara itu, dan dia udah selesai jawab. Lu tanya lagi sama pertanyaan yang menyangkut hal tadi.


"Terus gimana dong temen gue ini? Apa yang harus dia lakuin? Kan kasian juga. Tapi ini temen gue lho."


Lalu dia bakal jawab panjang lebar.


"Oh gitu. Kayaknya lu udah berpengalaman banget nih. Hehe. Pernah ngalamin kejadian sama, ya?"


Terus doi bakal ngejawab lagi.

Dan lu tanya lagi pake pertanyaan yang sejenisnya. Dari situ semua, paling nggak dia udah ngobrol sama elu selama lima menitan, dan dia mungkin udah ngerasa asik. Nah, selanjutnya terserah elu deh mau ngobrolin apa lagi. Asal jangan yang basi aja.

Nah, misalnya lu udah punya topik bagus, pembuka yang bagus, dan ngikutin apa kata gue sebelumnya tadi, berarti selamat untuk elu. Lu udah berhasil. Tapi, misalnya lu udah siapin semuanya, dan tiba masanya praktek, lu jangan gugup dan salting.
Percaya atau nggak, kalo misalnya lu ngelakuin satu gerakan salah ke dia, si cewek bakal tau kalo lu lagi grogi. Dan dia bakal nyari cara untuk lepas dari lu.
Soalnya cewek itu memproses komunikasi 60% -nya dari body language elu. Jadi, misalnya lu gugup dia bakal tau. Makanya itu body language itu penting.
Hal yang harus lu lakuin adalah santai aja, dan PD. Jangan tunjukkin kemaluanlu, karena itu bahaya. Kemaluan yang lu punya lu sembunyiin aja... eh, kayak ada yang janggal. Maksud gue dengan kemaluan itu adalah rasa malu. Bukan suatu makhluk hidup yang hidup di selangkangan. Hehe.
Dengan lu nyembunyiin kemaluan... eh, rasa malu elu, maka pembicaraan bakal ngalir lancar.

Oh iya, ada satu lagi nih yang harus lu tau sebagai cowok kalo mau kenalan sama orang asing. Misalnya lu ngomong sama si cewek, lu jangan belaga atau sok-sokan lembut. Maksud gue, nada omonganlu jangan dilembut-lembutin. Ngomong aja kayak biasa.
Itu kesalahan umum para laki-laki ke cewek. Niatnya sih mungkin mau nunjukkin sisi lembut dia sendiri ke si cewek. Tapi tanpa sadar si cowok malah terintimidasi sama si cewek. Itulah hebatnya cewek, jadi jangan anggap remeh.
Selain itu, nggak dikit juga cewek yang nganggap kalo si cowok yang nada omongannya dilembut-lembutin malah bikin si doi jijik.
Ayolah, elu baru kenal dia, dan lu udah lembut-lembutan kayak gitu? Si cewek bakal ngerasa lu itu sejenis om-om horny yang lagi nyari mangsa kenalan anak SMA, otomatis dia bakal ngacir. Atau, dia mungkin bakal bertanya-tanya sendiri, elu ini cowok atau bencong.
Seharusnya nada bicaralu harus tegas dan jelas. Jangan tunjukkin kalo elu itu terintimidasi sama dia.

Nah, misalnya semuanya udah lu lakuin dengan bener, lu tinggal jadi dirilu sendiri aja. Terserah elu mau ngomongin apa lagi ke depannya. Itu sih udah tergantung ke bakat alami lu lagi.
Dan karena gue itu termasuk cowok yang kuper-culun-pasif-abis, setelah ngelakuin hal kayak di atas, gue nggak nerusin lagi. Walaupun FB gue udah di-add sama dia, dan dia udah jadi temen gue, ya si doi nggak gue apa-apain lagi alias cuek. Toh gue kenalan sama dia cuma disuruh temen.

Oke dah. Cuma itu tips yang bisa gue kasih.
Itu tips yang sederhana atau mungkin paling sederhana. Itu gue share cuma buat ngebikin lu pada (para laki-laki) nggak ngulang kesalahan yang mungkin sering lu pake, dan kesalahan itu malah ngebuat para cewek jadi bete.
Tapiiiii, belom tentu ya semua cewek nggak suka sama pertanyaan basi kayak yang gue larang tadi.
Oh iya, cara ini juga bisa dipake di situs sejenis Omegle atau sejenisnya.

Sip, semoga bermanfaat, gue cuma mau ngebantu, bukan ngebikin sesat.
Dan oh iya, jangan salahin gue kalo ternyata nggak berhasil ya. Jangan sampe ada e-mail masuk kayak: "Bangsat lu, Mar! Mana? Nggak berhasil tuh!"
Haha, keberuntungan orang 'kan beda-beda. :p
Oke oke? Sip, gue cabut dulu.
Pipis, lop and gavl.

Friday, June 18, 2010

Seputar Dunia Maya: Twitter atau Facebook? (part 2)

Oke, sesuai janji, gue bakal nerusin postingan terakhir gue tentang... hmmmm... bentar...

*ngecek*

... tentang Twitter atau Facebook.

Kayak yang udah gue bilang, Twitter itu jauuuuuuuuh lebih seru daripada Facebook, kalo urusan gonta-ganti status atau komunikasi. Dan lagi, kita bisa milih siapa aja yang mau kita tau perkembangannya tanpa harus repot-repot. Tinggal follow!

Gue juga dulu sempet nikmatin situs Twitter itu. Soalnya situs itu ya kayak yang gue bilang tadi. Seru.
Tapi, akhirnya gue lebih milih untuk sering nongkrong di situs Facebook daripada Twitter.

(Baca: Kenapa, Mar? Bukannya dari deskripsianlu tadi, Twitter itu lebih asoy dari FB? Kenapa milih FB lagi yang nggak asoy?)

Yap, bener. Itu bener kalo Twitter itu lebih seru daripada Facebook. Tapi akhir-akhir ini gue pindah ke FB lagi karena gue kurang tertarik lagi. Soalnya banyak dari orang-orang yang gue follow itu ngebuat gue kurang nyaman karena menyalahgunakan RT untuk me-reply, dan itu ngebuat timeline gue bergerak telalu cepet. Dan akhirnya, tweet orang yang seharusnya bisa ngasih inspirasi ke gue, malah kelewat karena pergerakan timeline kecepetan.

Yaa, walaupun gue masih n00b dalam Twitter, tapi gue rasa gue nggak salah kalo bilang RT atau ReTweet itu sama sekali bukan sistem untuk me-reply.
Nggak percaya? Berarti lu harus buka ini ini dulu, dan baca tulisan lama yang tentang RT Abuser.

(Baca: RT Abuser itu apa, Mar?)

RT Abuser itu orang-orang yang menyalahgunakan RT tadi, dan make RT untuk me-reply.
Di Twitter, udah disediain sistem yang namanya Reply. Itu adalah sistem yang udah disediain sama Twitter untuk penggunanya supaya bisa komunikasi. Tapi untuk RT?

RT itu sebenernya bukan fitur resmi dari Twitter. Jadi, pihak Twitter itu nggak ngasih fitur RT untuk para penggunanya.

(Baca: Jadi RT itu semestinya nggak dipake, Mar?)

Gue nggak bilang gitu. RT atau ReTweet itu silahkan aja dipake, tapi itu sebaiknya dipake kalo mau ngasih tau ke para followers lu sesuatu yang penting atau sesuatu yang mau kalian share ke mereka. Kurang ngerti ya? Oke gue kasih 2 contoh.


Contoh bener:
Misalnya presiden SBY nge-tweet: Tinky Winky... Dipsy... Lala... Po! Telletubies!
Dan misalnya menurut kalian itu lucu, dan kalian mau berbagi tawa sama para followers lu, lu bisa aja nge-tweet make RT itu.

iniIDgue: Hahahaha. RT: @SusBamYud: Tinky Winky... Dipsy... Lala... Po! Telletubies!.

Itu bener!


Contoh salah:
Misalnya ada orang nge-tweet kayak gini.

siapaajatuh: Hari ini hari apa ya?

siapaajadeh: Sekarang hari rabu. RT @siapaajatuh: Hari ini hari apa ya?

siapaajatuh: Lho? Gue kira hari Jum'at. Makanya gue make batik. Haha. RT @siapaajadeh: Sekarang hari rabu. RT @siapaajatuh: Hari ini hari apa ya?

siapaajadeh: Hahaha. RT @siapaajatuh: Lho? Gue kira hari Jum'at. Makanya gue make batik. Haha. RT @siapaajadeh: Sekarang hari rabu


Gue kasih tau sekali lagi. Itu salah. Dan itu juga ngebuat gue rada sebel juga sih. Soalnya... ya kayak yang gue bilang tadi, timeline gue jadi penuh sama pembicaraan yang nggak gue mau tau.
Sebenernya sih ada beberapa alesan, kenapa seharusnya jangan memakai RT untuk me-reply, dan sekarang bakal gue jabarin satu-satu.


1. Itu salah
Okelah, nggak perlu gue kasih deskripsi lagi lu juga tau maksudnya.

2. Itu mengganggu
Karena Twitter itu udah ngasih fitur reply. Itu ngebuat elu bisa ngobrol sama orang lain tanpa mengganggu timeline orang yang follow elu tapi nggak me-follow temen ngobrol elu tadi. Kenapa nggak mengganggu? Karena itu nggak bakal nongol di timeline followers-lu. Kecuali orang yang lu ajak ngobrol itu juga di-follow sama followers-lu.

3. Mubazir
Twitter itu cuma nyediain kita 140 karakter untuk ditulis. Bagi gue 140 karakter itu berharga banget, dan itu udah cukup untuk ganti-ganti isi pikiranlu. Dan menurut gue, sistem RT untuk me-reply itu mubazir, karena kita ngebuang stok karakter kita hanya untuk copas tweet sebelumnya dan nulis RT. Nulis RT secara sia-sia itu juga udah mubazir 2 karakter, lho.

4. Nggak semua followers elu mau tau isi pembicaraanlu dengan temenlu
Sumpah deh. Nggak semua temenlu mau tau isi pembicaraanlu sama temenlu. Twitter itu udah cukup random, dan ngeliat pembicaraan pribadi orang lain itu malah ngebuat itu jadi lebih buruk lagi. Para followers elu mungkin nggak mau tau apakah elu itu suka ML (makan lemper), mereka mungkin nggak mau tau apakah elu itu mau jalan-jalan bareng, mereka mungkin nggak mau tau apakah elu dan temen-temenlu itu adalah abegeh yang mau menempuh SNMPTN.
Simpen aja pembicaraan itu untuk elu dan temenlu. Nggak perlu lah diumbar-umbar di timeline orang.

Dari situ, muncul kegunaan sistem @ untuk reply.


Gue bukannya mau sok tau dan ngelarang-larang atau mengatur-atur atau apalah. Gue cuma mau ngasih info supaya bisa jadi bener. Dan ngajak elu-elu yang mungkin masih termasuk salah satu contoh di atas, untuk menghargai timeline followers elu juga.

(Baca: Tapi sistem RT untuk me-reply itu kan supaya nggak lupa sama topik pembicaraannya, Mar.)

Oke, itu sama persis kayak alesan yang gue dapet dari temen gue yang termasuk RT Abuser. Dan setelah gue kasih tau kalo RT untuk me-reply itu salah, mereka malah sewot sama gue.
Sebenernya jangan takut untuk lupa topik pembicaraan. Katanya, Twitter udah memperbaharui sistem reply/@ mereka jadi jauuuh lebih baik. Gue kurang tau maksudnya, tapi itu yang dibilang sama situs yang tadi gue kasih.

(Baca: Ah! Bacot lo, Mar! Kalo nggak suka kan ada pilihan unfollow. Susah amat.)

Yap, elu bener. Di Twitter juga disediain pilihan ajaib yang bertuliskan unfollow. Itu ngebuat gue bisa aja nggak ngeliat tweet mereka yang udah gue unfollow.
Tapi gue ngerasa nggak enak aja. Gue ngerasa kalo gue unfollow mereka, gue itu nggak hormatin mereka.
Jadi, daripada gue dianggap nggak hormatin mereka karena gue udah unfollow mereka, gue lebih milih nongkrong di FB aja daripada di Twitter. Yaa, kayak yang gue bilang tadi.

(Baca: Ooh, gitu ya, Mar. Sorry deh udah ngebentak elu tadi. Tapi, gimana dengan para artis yang sering make RT itu? Raditya Dika contohnya? Kan kata elu, RT untuk me-reply itu salah.)

Gue bilang RT untuk me-reply itu emang salah, dan ngebuat gue nggak nyaman. Tapi gue nggak bilang kan, kalo RT itu nggak boleh dipake? RT yang dipake sama para artis itu kan dipake di waktu artis itu mau share sesuatu. Ya kita ambil contoh si Raditya Dika.
Radit emang sering RT untuk me-reply tweet yang ditujukan ke dia. Tapi lu perhatiin baik-baik, dia itu bukan ngobrol sama followers-nya. Dia cuma sekedar menyapa, dan sapaannya itu dibuat lucu. Nah, tweet lucu itulah yang mau di-share sama si Radit ke followers-nya. Selebihnya, obrolan dia sama temennya, dia simpen sendiri sama temennya dan nggak di-share ke yang lain, karena dia make @ untuk reply.

Selain itu ada juga yang namanya RT terselubung. Jadi mereka nggak make RT (itu udah bener) tapi mereka meletakkan nama username-nya di belakang (itu salah).
Contohnya:

sitolol:Udah lama nih nggak makan bareng @sibego sama @siautis.


(Baca: Oh, I see... jadi, sekarang lu mau unfollow para RT Abuser di akunlu?)

Oh, tentu aja nggak. Kayak yang gue bilang, gue bakal nongkrong di FB aja daripada harus unfollow kayak gitu.
Oke, deh. Cukup di sini dulu.
Postingan ini gue buat cuma sekedar berbagi info ya. Jadi... No offense!
Gue sama sekali nggak berniat nyindir atau apalah. Gue cuma mau bagi-bagi info sotoy. Jadi, kalo misalnya mau ikutin, ya terimakasih untuk nyoba sadar. Dan kalo nggak mau, dan tetep nge-tweet seperti sebelumnya, ya silahkan. Hehe.
Oke deh. Daah. :)

Monday, May 17, 2010

Cuma (info) Iseng (lagi): Pendidikan Seks

Barusan gue nonton berita di stasiun tv Metro.
Berita yang dibahas cukup menarik. Berita itu ngebahas tentang seks bebas di kalangan remaja.

Gue itu orang yang lebih suka baca berita, daripada nonton berita. Gue lebih sering baca artikel di berbagai situs, daripada nonton Seputar Indonesia, Reportase, dll.
Soalnya, menurut gue, baca-baca artikel di berbagai situs itu lebih enak daripada nonton berita di tv. Soalnya kita bisa milih berita mana yang mau kita tau.
Contoh situs yang sering gue baca adalah: Kaskus, Vivanews, atau Jendral Berita Blog.
Dan favorit gue itu Kaskus.

Di Kaskus, gue bisa dapet berita yang bagus 10 kali lipat atau lebih, daripada di tv. Dan di Kaskus, wawasan lu bakal jadi lebih luas.
Gue nggak boong, banyak kok buktinya. Gara-gara Kaskus, gue jadi bisa tau banyak hal, kayak: Matahari itu bukan bintang yang paling gede (ada yang lebih gede 1900 kali lipat dari matahari), kenapa kucing walaupun jatoh dari lantai tingkat 5 dia tetep bisa selamet, di mana aja tempat unik di seluruh dunia, 2012 itu nggak kiamat (Cuma ada badai matahari), dll.
Dan lu kenal Igor (Saykoji)? Dulu dia pernah menang acara tv yang namanya Kuis Siapa Berani. Kuis itu ngetes seberapa jauh wawasan yang dipunya sama orang.
Di acara itu dia menang dan bilang, kalo dia bisa tau banyak hal itu gara-gara sering baca di Kaskus.
Tapi, karena tadi lagi iseng, akhirnya gue nonton berita di Tv.

Oke, balik lagi ke masalah berita di Metro Tv itu.
Di sana ngebahas topik tentang seks bebas di kalangan remaja. Dan di sana juga ditampilin hasil survey yang diadain Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Hasilnya cukup miris. Ini contoh yang masih gue inget:


- Sekitar 93% remaja di Indonesia udah pernah petting/bercumbu.
- Sekitar 67% remaja cewek di Indonesia udah nggak perawan.
- Sekitar 21% remaja cewek di Indonesia udah pernah aborsi.
- 56% remaja Indonesia udah pernah berhubungan seks
- 100% dari si Omar adalah ganteng.


Ngeliat hasil survey kayak gitu, gue cuma bisa geleng-geleng kepala (kecuali poin terakhir). Remaja jaman sekarang udah lebih ekstrim daripada remaja jaman dulu.

Itu juga bukan salah mereka. Itu karena di jaman kayak sekarang ngedapetin materi seksual itu terlalu gampang, karena dijual bebas. Bisa lewat CD, DVD, atau Internet.
Jangankan sekarang. Waktu gue masih kelas 1 SMP aja udah gampang banget.

Dulu, waktu gue masih kelas 1 SMP, gue masih polos-polosnya. Gue masih sering maen bola, ke ding-dong, atau maen PS di rumah. Gue masih belom tercemar apapun, sampe akhirnya temen gue yang inisial namanya U.C.U.P dateng ke gue.


Dia: Ji, gue punya kaset PS bagus nih. Maen yok.

Gue: Kaset PS apaan?

Dia: Doraemon yang baru.

Gue: Oh, ayo deh ke rumah gue.


Waktu udah nyampe ke rumah gue, gue ngajak dia ke kamar gue untuk maen PS. Gue, dia, dan satu temen gue yang namanya Fizan langsung duduk manis dan siap-siap maenin tuh Doraemon.
Waktu gue ke dapur ngambil makanan, si U.C.U.P masukin kasetnya. Layar udah jadi item-item, dan kita nunggu gambarnya nongol. Dan nggak lama kemudian, gambarnya nongol, daaaaan...

*Jreng... Jreng... Jreng*

Gambarnya itu bukan gambar kucing gendut biru yang telanjang. Tapi malah gambar cewek Cina telanjang, dan di atasnya bukan tulisan ”Doraemon” tapi tulisan ”Shanghai”. Gue langsung buru-buru nutup pintu kamar gara-gara panik.


Pintu: *ditutup* JDER!

Gue: (panik) APAAN TUH?!


Gue masih berdiri di depan pintu, sementara si Fizan dan si Ucup... eh, sorry. Maksud gue Fizan dan temen gue yang inisialnya U.C.U.P cuma melongo ke depan TV.


Dia: Ayo ji, Kita maenin!

Gue: Buset. Tadi itu game apaan?! Kata lu Doraemon yang baru. Tapi apaan tuh? Doraemon telanjang?!


Si U.C.U.P ngomong ke gue tentang game itu. Dan selama kita ngobrol, si Fizan masih melongo.


Dia: Iya, begitu... jadi mau maen nggak nih?

Gue: Tapi nanti ketauan bapak gue gimana?

Dia: Yaudah deh, kalo nggak mau gue maen di tempat laen aja.

Gue: Oke, oke. Kita maenin (sambil senyum-senyum najong).


Akhirnya gue sama dia maenin tuh game, dan si Fizan masih melongo.

Itu contoh nyata, gimana ngedapetin hal sejenis itu kelewat gampang. Itu juga jaman dulu. Jaman sekarang udah ada internet, dan ngebuat itu semua jadi berlipat-lipat lebih gampang.

Temen gue yang inisialnya U.C.U.P itu sekarang adalah operator warnet tempat nongkrong gue. Dan gue pernah sekali-sekali ngegantiin dia sebentar kalo misal dia mau keluar.
Waktu gue jadi OP warnet itu gue sering monitoring apa aja yang dibuka sama pelanggan yang lagi online. Gue tau kalo itu privasi orang itu, tapi namanya juga penasaran, akhirnya gue cek juga.
Dari hasil monitoring itu, gue sering ngeliat ada pelanggan yang ngebuka situs bokep. Umumnya sih laki-laki remaja atau lumayan tua. Tapi gue juga pernah ngeliat perempuan bahkan anak-anak yang ngebuka situ bokep.

Miris...

Tapi ada yang lebih parah... Bahkan, ada bapak dan anak, mereka satu komputer berdua, dan mereka ternyata ngebuka situs bokep bareng-bareng.

Sekali lagi... Miris...

Kenapa bisa gitu? Selain karena cara dapetin materi seksual itu sekarang udah terlalu gampang, itu juga karena pendidikan seks di keluarga Indonesia itu minim banget. Bukan Cuma di Indonesia sih. Di dunia juga masih sulit nerapin pendidikan seks ke anaknya. Jadinya, orang tua jadi susah ngejelasin tentang itu, dan malah jadi nggak nyaman untuk ngomonginnya.
Hasilnya, si anak juga nggak nyaman untuk ngomong sama ortunya. Akhirnya malah tambah penasaran, dan ngegali tentang seks itu dari temennya.
Hal ini juga dibahas di buku Bertanya atau Mati (buku humor lho ini. Bukan politik, atau religi) yang ditulis sama Isman H. Suryaman. Sedikit gue kutip isinya...

Misalnya, ada anak SD yang namanya Andi. Dia bakal ngerasa lebih gampang untuk nanya ke temennya daripada ke ortunya. ”Boy, emang seks itu ngapain sih?” dia nanya gitu karena langsung dapet jawaban.

Oh, seks itu kalo kita ciuman sama cewek. Terus dia hamil,” jawab si Boyke bangga, karena ngerasa lebih tau dari temennya.

Sayangnya, jawaban temen itu nggak tentu bener. Malah bisa jadi banyak salahnya.

Kalo robot bisa punya anak nggak?” tanya Andi lagi.

Asal robotnya cowok sama cewek terus ciuman. Terus hamil!” Tambah boyke berapi-api

Orang tua Andi jelas lebih tau tentang seks. Dan lebih punya kepentingan untuk mastiin bahwa anak mereka nggak punya pemahaman keliru tentang seks. Tapi belom tentu mereka bisa nerima pertanyaan seks dengan baik.


Waktu Andi makan malam.

Mama Andi: Andi, sayurnya tambah ya?

Andi: Iya, Ma. Ngomong-ngomong, bisa beliin robot baru nggak, Ma?

Mama Andi: Lho, kenapa? Kan baru beli.

Andi: Iya, tapi itu robot yang cowok. Andi mau beli robot yang cewek supaya bisa seks terus hamil.

Papa Andi: (nyemburin makan dari mulut)


Keliatannya emang kayak ngada-ada, tapi itu bisa aja kan.
Itu contoh akibat kalo ngomong seks itu masih tabu.
Selain itu, gara-gara apapun yang menyangkut seks itu dianggap tabu, para orang tua juga ngerasa nggak nyaman sama kata-kata sejenis Penis atau Vagina. Jadinya anak-anak mereka juga ngerasa nggak nyaman sama kata-kata itu. Akhirnya anak-anak mereka jadi ngelompokin kata-kata sejenis Penis, atau Vagina sebagai kata-kata kotor, dan mengkategoriinnya ke dalem makian.


Makanya itu, yang namanya pendidikan seks itu penting.
Kalo suatu keluarga udah nerapin kebiasaan ini (pendidikan seks) di keluarganya, anak-anak mereka jadi nggak ragu nanya tentang seks sama mereka. Sehingga si anak jadi tau, nggak jadi penasaran, dan sadar kalo hal itu (seks) nggak boleh dilakuin sembarangan dan bebas.
Kebalikannya. Misalnya si anak ragu nanya tentang seks sama orang tuanya, dia malah ngorek pendidikan seks dari situs porno, majalah porno, atau sejenisnya. Dan dia bukannya belajar, tapi malah makin terdorong untuk ngelakuin seks. Akhirnya dia malah terjerumus ke dalam seks bebas.

Ya tapi itu sih tergantung kesadaran juga. Kalo dia sadar seks bebas itu nggak baek, dia bakal ngejauhinnya. Kalo dia sebaliknya, dia malah masuk dengan santai ke dalam seks bebas itu.
Inget, kehormatan itu penting, khususnya cewek. Jadi jangan dilepas sembarangan. Mungkin aja lu nanti bakal nyesel, misalnya kalo lu udah kehilangan sesuatu yang disebut kehormatan itu.

Oke deh, cukup ngebacotnya.
Ciao!

Sunday, May 16, 2010

Cuma (info & tips) Iseng

Sekarang ini udah jaman yang modern. Orang-orang pinter udah nyiptain banyak banget penemuan yang berguna dan praktis, kayak: Jenglot, Teluh, Pelet, Santet... eh, itu sih penemuan yang diciptain sama orang ”pinter” (Baca: Dukun).
Orang pinter yang gue maksud di sini tuh penemu. Dan jangan salah tangkep, yang gue maksud penemu itu bukan orang yang nemu sesuatu, contohnya: Penemu kulkas adalah orang yang nemu kulkas di dapur. Atau penemu Mesin Fax adalah orang yang nemu Mesin Fax di tengah jalan.
Penemu yang gue maksud di sini tuh adalah orang-orang pinter. Dan orang-orang pinter adalah orang yang bisa nyiptain Jenglot, Teluh, Pelet... eh, itu sih penemuan yang diciptain orang ”pinter” (Baca: Dukun). Orang pinter yang gue maksud di--... ... ... lho? Malah jadi ngulang?

Oke, lu ngerti lah apa maksud gue.
Yak, di jaman sekarang ini banyak banget temuan-temuan modern yang praktis, contohnya:

- Handphone
- Laptop
- Internet
- Dll


Tentu aja temuan-temuan itu berguna banget buat kehidupan sehari-hari. Dan itu semua ngebantu manusia untuk bisa ngelakuin apapun 5 sampe 10 kali lebih gampang.

Jaman dulu (katanya) orang-orang make burung merpati untuk nyampein berita ke orang laen. Mereka nulis surat untuk kenalan mereka yang jauh di sana dan surat itu disampein sama si merpati.
Kebayang kan ribetnya? Bayangin kalo jaman sekarang yang namanya SMS itu nggak pernah ada, dan kita masih surat-suratan make sistem burung merpati.
Kalo sistem burung merpati dianalogiin sama SMS jaman sekarang, bisa jadi kayak gini.


Cowok: (Nulis surat untuk ceweknya yang rumahnya ada jauh 10 km dari rumahnya) ”Kamu udah makan?” (ini adalah salah satu contoh komunikasi nggak penting orang pacaran jaman sekarang)

*Terus surat itu diiket di merpati, terus si merpati pergi ke rumah cewek*

Cewek: ”Udah tadi, sama pepes pete dan sayur daun pisang. Kamu udah?”

*Giliran suratnya si cewek yang diiket di merpati, terus si merpati terbang ke rumah cowok*

Cowok: ”Aku belom makan. Daritadi cuma ngemil nasi padang, mana kenyang.”

Cewek: ”Oh begitu. Kasian kamu ya. Eh, tau nggak blablabla.”


Dan seterusnya.
Kalo terus-terusan kayak gitu, si merpati bisa mati kecapekan gara-gara ngirim pesan-pesan kayak gitu, dan dalam 2 bulan yang namanya burung merpati bisa punah.

Tapi untung aja udah diciptain yang namanya Hp, jadi kita masih bisa ngeliat merpati-merpati itu terbang, kawin, atau berak di taman lu.

Hp atau handphone emang penemuan yang paling dibutuhin. Buktinya aja, hampir semua orang punya yang namanya Hp. Dan orang-orang rela antri dari pagi sampe sore untuk dapetin Hp murah. Bahkan kerumunan antriannya lebih banyak daripada antrian minyak tanah atau antrian bahan pangan. Itu nunjukkin kalo orang-orang lebih butuh Hp daripada makanan.

Banyak banget manfaat dari si Hp itu. Selain karena ngebuat yang namanya merpati nggak punah, Hp punya manfaat laen, kayak:


- Bisa menghubungkan kita sama orang yang jauh, dengan cara nelpon
- Bisa dipake untuk online
- Bisa dipake untuk nanya pertanyaan nggak penting lewat SMS (misalnya ”Udah makan belum?”)
- Bisa ngejawab SMS pertanyaan nggak penting (misalnya ditanya ”Udah makan belum?”)
- Bisa dipake untuk nimpuk kucing sampe pingsan
- Kalo ulekan lagi ilang, Hp bisa dipake buat ngulek sambel
- Dll


Tuh, banyak banget ’kan manfaat dari Hp.

Tapi, jangan anggap Hp itu nggak punya efek negatif. Walaupun Hp itu manfaatnya banyak banget, Hp juga punya sisi negatif. Salah satu contohnya: Hp bisa ngebuat orang jadi bego... gue ulang. BEGO!
Apalagi di kalangan anak muda.

Pernah nggak, lu dapet SMS yang tulisannya sejenis kayak gini, ”Eh, lu udah tidur belom?”?
Itu adalah pertanyaan bego yang lagi populer di kalangan anak muda, lho. Gue serius.
Kenapa gue bilang bego? Gimana bisa gue bales kalo misalnya gue sendiri udah tidur? Gue pernah dapet pertanyaan gitu lewat SMS di jam malem, dan jujur gue ngakak. Maunya sih gue, kayak begini...


a. Ngebales ”Gue udah tidur deh kayaknya. Sekarang aja gue ngebales SMS-nya dari dunia mimpi.”
b. Ngebales ”Apa itu salah satu dari koleksi SMS gobloklu?”
c. Ngebales ”Misalnya gue udah tidur, apa gue bisa ngebales SMS lu kayak gini?”
d. Ngebales ”Udah. Dan bangunnya kalo lu udah jadi pinter. Tapi itu berarti gue nggak bangun-bangun dong.”


Keliatannya itu pertanyaan yang timbul akibat kebegoan menular yang persis kayak ”Oji udah pulang?” yang pernah gue ceritain di postingan sebelumnya. Atau karena kebiasaan yang nular.

Selain itu, gue juga pernah dapet SMS bego laennya.
Waktu itu gue lagi maen keluar bareng temen-temen, tiba-tiba ada pesan bego masuk yang dikirim dari temen gue yang lebih bego daripada SMS-nya. Bunyi SMS-nya begini, ”Mar, elu ada di mana? Liat message yang gue kirim di FB, deh.”


*KRIK... KRIK... KRIK*


Mungkin lu mau nanya, ”Lho? Apa begonya?
Sekarang coba pikir, buat apa ngirim SMS yang begitu? Kenapa nggak sekalian lewat SMS itu aja?
Okelah, kalo pesan yang dia kirim di FB itu panjang banget dan penting. Lah ini, kebalikannya. Isi pesan yang dia kirim cuma ”Mar, hari ini bisa anterin gue ke tempat jual CD PC nggak?”.
Mungkin dia sengaja mau ngebuang pulsanya ke gue, sampe dia ngirim SMS yang waktu itu ngebikin gue ngakak gara-gara kelewat nggak penting.
Jujur, gue itu orang yang irit pulsa. Kenapa? Soalnya kalo gue SMS itu cuma kalo ada yang mau gue omongin, ada keperluan, atau ada orang yang ngajak SMS-an duluan. Baru deh gue ngebuang pulsa buat SMS. Jadi, gue sama sekali nggak pernah ngirim SMS yang sejenis “Hi, udah boker belom? Ceboknya juga udah?” atau “Hei, tadi pagi tidurnya ngiler nggak?

Contoh laen dari efek negatif Hp adalah: Penulisan bahasa yang super-duper-ancur.

Itu bener, lho. Gara-gara Hp, penulisan bahasa jadi ancur banget.
Gue juga pernah jadi salah satu korban. Kalo lu pernah baca blog Cuma Iseng, lu pasti tau maksud gue.
Tapi kalo sekarang sih udah lumayan nggak.

Yg gw mksd dgn pnulsn yg ancr th kyk gn,,tlsn yg dsngkt2 dan gw smbrng aj make tnda bca yg ad.. cnthnya ya kyk pletakn tnda ttk dmn aj atw tnda kma dmn aj..,dan pnulisn2 yg slh kyk ”Dimana” yg sehrsnya ”Di mana”..dan ”Di umumkan” yg shrsnya ”Diumumkan”,,

Menurut gue, tradisi nulis gitu gara-gara Hp. Mungkin tujuannya buat lebih praktis lagi ya. Tapi apa efeknya bagus? Karena, menurut gue dari situ orang-orang mulai kebiasaan make tulisan singkat-singkat dan pemakaian tanda baca yang sembarangan. Jadinya, walaupun mereka nulis di mana aja (misalnya nulis make keyboard, di buku, atau Hp yang hurufnya make Qwerty) mereka tetep nulis dengan cara disingkat-singkat. Padahal mereka nggak make Hp yang jenisnya satu tombol angkanya punya 3-4 huruf.

Dan nggak itu aja, dari situ orang-orang ”kreatif” itu mulai ngembangin tulisan mereka jadi makin ancur, kayak make angka atau huruf gede kecil. Di mata gue itu bahaya dan bisa aja ngebikin gue buta. Bahkan gue punya rumus untuk ngukur tingkat bahaya tulisan itu.


a. Tlsn sngkt2 kyk gn tngkat bhynya = 20
b. TlSn gDe Kcil n dSngkT Gn tnGkt BhYny = 50
c. Tul1s4n m4k3 angk4 9in1 tin9k4t bah4yany4 = 100
d. tLs4N 9dE k3c1L, ds1ngkt, n mK3 an9Ka 9N Tn9k4T bhy4nYa = Poin a dikali poin c pangkat poin b (dalam arti lain: Bencana)


Yaa, itulah dampak negatif dari Hp. Komunikasi lewat tulisan kayaknya sengaja dibikin sulit sama orang-orang kayak gitu.
Gue dulu emang pernah make tulisan disingkat-singkat gitu kalo SMS ataupun blogging. Tapi, sekarang gue nggak pernah lagi make tulisan kayak gitu.

(Baca: Keren lu, Mar. Ganteng pula! Cara supaya bisa kayak gitu gimana?)

Caranya:


1. Biasain tulisan jangan disingkat-singkat waktu SMS atau ngetik. Contohnya nulis ”Yang” atau ”Gue” jangan make ”Yg” atau ”Gw”. Tulis aja sesuai bunyinya atau gimana cara elu ngomongnya (misalnya lu ngomong ”elu” itu ”elo” tulis aja ”elo”).
2. Kalo misalnya udah biasa nulis nggak disingkat-singkat, biasain make tanda baca yang bener. Contohnya letakin tanda baca koma waktu mau ada jeda, atau titik di akhir kalimat.
3. Kalo lu udah biasa begitu juga, coba cari tau perbedaan antara ”Di mana” dan ”Ditonjok”.
4. Biasain nulis pake huruf kapital yang bener. Pakenya waktu nulis nama (orang, bulan, hari, tempat, dll).


Kalo udah biasa semua, bisa dijamin kalo elu bisa nulis yang bener(yaa, walaupun nggak bener 100%). Bahkan lu bakal ketawa-ketawa sendiri waktu ngeliat tulisan yang asal.

Gue nulis gini bukan mau bilang kalo tulisan gue udah 100% bener atau apalah. Gue sendiri kalo nulis juga masih asal-asalan. Ya tapi paling nggak, gue nggak kelewat asal. Dan gue ngajak elu supaya nggak kelewat asal juga. Hehe.
Selamat menikmati... lho? Kayak tulisan di bungkus nasi kotak.
Maksud gue, selamat mencoba